Ridwan Kamil: Kurangi Cipika-cipiki, Cukup Salam Sunda

Ridwan Kamil: Kurangi Cipika-cipiki, Cukup Salam Sunda
Ridwan Kamil: Kurangi Cipika-cipiki, Cukup Salam Sunda
WJtoday, Bandung - Mengurangi resiko penularan virus corona (Covid-19) protokol dari kementrian kesehatan sudah menginformasikan bahwa, sesuai dengan arahan World Health Organization (WHO), masyarakat diminta untuk mengurangi berjabat tangan.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa dengan salam ala orang Sunda sudah cukup.

"Termasuk cipika cipiki juga. Jadi cukup dengan salam Sunda dengan tangan seperti mau lebaran. Saya kira rasa sopan masih ada tapi tanpa mengurangi rasa persahabatan," katanya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No 22, Kota Bandung, Kamis (12/3/2020).

Terkait terbatasnya stok masker kesehatan dan cairan antiseptik tangan, Emil mempersilahkan setiap kepala daerah di kabupaten atau kota untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melakukan persiapan terhadap penanggulangan Covid-19.


Sementara, menanggapi ramainya pemberitaan sejumlah tim medis di Jabar menggunakan jas hujan sebagai pengganti alat medis pencegahan Covid-19, dia memakluminya.

"Memang kondisi stok yang terbatas, dan kita juga sedang proses untuk pembelian. Selama itu baik, saya rasa itu bisa dimaklumi," ujar Emil

Seperti ramai diberitakan di beberapa media,  terungkap bahwa rumah sakit di daerah mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD). APD ini wajib digunakan para petugas kesehatan untuk merawat pasien covid-19, baik yang positif atau masih suspect.

Salah satu contohnya seperti yang terjadi di  rumah sakit di beberapa wilayah Jabar, seperti Tasikmalaya dan Garut. Para petugas medis terpaksa harus mengenakan jas hujan. Karenanya stok APD sekali pakai tersebut diketahui sudah tidak tersedia. ***