Ridwan Kamil: Jabar Masih Perlu 150 Ribu Alat Rapid Test

Ridwan Kamil: Jabar Masih Perlu 150 Ribu Alat Rapid Test
Ridwan Kamil: Covid-19 Urusan Bersama, Kemampuan Pemerintah Ada Batasnya
WJtoday, Bandung -  Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerima bantuan 50 ribu alat Rapid Diagnostic Test (RDT) serta ribuan alat kesehatan lainnya dari berbagai perusahaan, yayasan, dan perorangan, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (8/4/2020).

Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengatakan, pandemi global COVID-19 ini telah berdampak pada perekonomian masyarakat kecil hingga industri skala besar sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak dalam menanggulangi maupun mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 itu.

"Karena COVID-19 ini urusan bersama, maka kemampuan pemerintah ada batasnya, sehingga kepada mereka yang tangannya di atas saya ucapkan terima kasih," ucap Emil.

"(COVID-19) ini tidak hanya lahir tapi dampaknya juga batin, di sinilah peran kita untuk memberikan yang terbaik buat bangsa ini," tambahnya.

Selain itu, Emil menekankan pentingnya kedisiplinan warga dalam social distancing/physical distancing dan menerapkan pola hidup sehat sebagai benteng pertama pertahanan melawan COVID-19.

Jika benteng pertama itu jebol, dia berujar bahwa benteng pertahanan kedua bagi Pemda Provinsi Jabar untuk menanggulangi COVID-19 yaitu melacak atau mencari.

"Ini pekerjaan yang tidak mudah karena kita harus mengetes ribuan orang yang berpotensi tertular COVID-19," ujarnya. 

Untuk mengetahui peta persebaran COVID-19 secara optimal agar bisa mengambil kebijakan yang tepat, Jabar pun merujuk pola yang dilakukan oleh Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6 persen dari jumlah penduduknya.


Menurut Emil, Jabar idealnya memiliki kurang lebih 300 ribu alat RDT untuk mengetes 0,6 persen dari total penduduk hampir 50 juta jiwa.

Sementara saat ini, Jabar memiliki sekira 100 ribu alat RDT, termasuk bantuan dari Kementerian Kesehatan, BNPB (gugus tugas pusat), PT Jasa Madivest (BUMD), dan 50 ribu di antaranya dari bantuan Yayasan Budha Tzu Chi pada akhir Maret lalu.

"Dan hari ini (8/4) Budha Tzu Chi kembali menyumbangkan 50 ribu, sehingga total Jabar memiliki 150 ribu alat tes (RDT) COVID-19," ucap Emil.

"Jadi kita cari lagi 150 ribu (alat RDT) lainnya dan sedang kami (Pemerintah Provinsi Jabar) upayakan mencari hingga ke berbagai negara," tegasnya.

Berikutnya, jika benteng pertahanan kedua berupa tes masif itu jebol, Emil berujar bahwa logistik di rumah sakit menjadi benteng pertahanan terakhir dalam memerangi COVID-19.

Di situlah ventilator, hazmat, masker, pelindung wajah, dan peralatan penunjang APD lainnya dibutuhkan bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan. 

Meski begitu, Emil mengingatkan bahwa semua itu bisa diminimalisir jika masyarakat disiplin melakukan benteng pertahanan pertama.

"Bila masyarakat disiplin melakukan benteng pertahanan pertama yaitu pencegahan, harusnya akhir Juni 2020 kita bisa hidup lebih baik. Tapi kalau tidak disiplin mungkin (pandemi) bisa sampai akhir tahun," ujarnya. ***