Respons Manajemen Persib Bandung dan Ketua Panpel Pertandingan Piala Presiden 2022 Terkait Tuntutan Bobotoh

Respons Manajemen Persib Bandung dan Ketua Panpel Pertandingan Piala Presiden 2022 Terkait Tuntutan Bobotoh

WJtoday, Bandung - Bobotoh Persib Bandung menggelar aksi damai menuntut manajemen bertangung jawab atas kejadian meninggalnya dua orang supporter Ahmad Solihin dan Sopiana Yusup.

Melalui akun @v_frontline_pc para bobotoh akan berkumpul di taman Saparua melakukan long march atau berjalan menuju kantor dari PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) di jalan Sulanjana sebagai titik aksi.

Seperti yang disampaikan salah satu akun @manajemenbobrok terdapat empat tuntutan dari para bobotoh dalam aksi ini antara lain.

1.Menuntut panita pelaksana pertandingan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan serta kelalaiannya;

2.Evaluasi besar-besaran dalam tubuh Panpel Persib Bandung;

3.Panpel harus mengimplementasikan pasal 54 ayat 4 dan 5 UU Keolahragaan No 11 tahun 2022. Penuhi hak Kami supporter yang sudah mengikuti prosedur (membeli tiket)

4.Tanpa Negosiasi.

Respons manajemen atas aksi yang dilakukan bobotoh di depan kantor PT PBB

Menanggapi aksi dan sejumlah tuntutan dari para bobotoh, Komisaris PT PBB Umuh Muchtar menyapaikan tanggapannya.

Umuh mewakili PT Persib menerima aksi unjuk rasa yang dilakukan bobotoh ia juga meminta maaf atas kelalaian yang terjadi sehingga menyebakan insiden yag menewaskan dua orang Bobotoh, dan berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi.

Menurutnya dirinya mewakili pihak manajemen sudah menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf atas insiden tersebut.

“Saya sudah menyampaikan belasungkawa, dan permintaan maaf kepada keluarga. Di rekan-rekan Media sudah saya sampaikan permintaan maaf. Memang tidak ada,?” ungkap Umuh Muchtar.

“Saya sudah menyampaikan belasungkawa, dan permintaan maaf kepada keluarga. Di rekan-rekan Media sudah saya sampaikan permintaan maaf. Memang tidak ada,?” Umuh Muchtar.

Dirinya juga memerintahkan tim PT PBB untuk mebuat rilis resmi tentang permohonan maaf serta mengakui kelalaian dari panitia pelaksana, yang di unggah di akun media sosial resmi milik klub dan web resmi klub Persib Bandung dalam waktu 1x24 jam kedepan.

Respons ketua panitia pelaksana pertandingan

Melalui informasi yang disampaikan salah satu akun supporter Persib Bandung @v_frontline_pc, memberikan informasi terkait respon ketua pelaksana pertandingan Budi Bram.

Budi Bram sebagai penanggung jawab pertandingan, mengaku jika dirinya akan bertanggung jawab atas insiden yang membuat dua orang bobotoh meninggal dan melakukan evaluasi di dalam Panpel Persib Bandung.

“Saya selaku penanggung jawab pertandingan akan bertanggung jawab, kami akan melakukan evaluasi. Semoga ini yang terakhir,” kata Budi Bram di Kutip dari twitter @v_frontline_pc.

Ia juga meminta maaf kepada keluarga korban, kepada Bobotoh, dan masyarakat sepakbola Indonesia

Budi Bram secara tegas menyatakan jika dirinya siap mundur dan medapatkan evaluasi sebagai ketua panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung sebagai bentuk pertanggung jawabannya.

“Saya siap mundur, siap dievaluasi, itu tanggung jawab saya," lanjutnya.

“Saya ucapkan belasungkawa yang paling dalam atas kepada korban dan keluarg atas insiden yang terjadi pada pertandingan Persib vs Persebaya kemarin.” Budi Bram.

Ia juga mengatakan jika dirinya masih harus fokus untuk tetap menyelenggarakan sisa pertandingan Piala Presiden Grup C yang ada. ***