Rekonstruksi Kasus Kecelakaan Nagreg Digelar Senin Depan di TKP

Rekonstruksi Kasus Kecelakaan Nagreg Digelar Senin Depan di TKP
Petugas memindahkan Jasad Handi Harisaputra, korban kecelakaan lalulintas di Jalan Nasional Nagreg, Kabupaten Bandung yang telah dikebumikan di Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Sabtu (18/12/2021). [Dokumentasi Polresta Banyumas]

WJtoday, Bandung - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan tiga prajurit TNI AD yang terlibat kecelakaan hingga menyebabkan sejoli meninggal di Nagreg akan diproses hukum. Ketiga prajurit TNI AD itu saat ini ditahan dan menjalani pemeriksaan di Tahanan Militer milik POM Kodam Jaya.

Andika mengatakan bahwa ketiga prajurit TNI AD ini akan hadir dalam rekonstruksi terkait kasus Nagreg. Rekonstruksi dijadwalkan akan digelar pada Senin pekan depan.

Setelah terungkapnya kolonel tabrak lari di Nagreg, Garut, Jawa Barat, yang menyebabkan meninggalnya dua sejoli bernama Handi Saputra dan Salsabila.

Tiga oknum anggota TNI AD yang menabrak dan membuang mayat sejoli di Nagreg, Kabupaten Bandung, terancam pasal pembunuhan berencana. Ketiganya adalah Kolonel Infanteri Priyanto, Kopral Satu DA, dan Kopral Dua A.

Salah satu perwira oknum TNI pelaku tabrak lari di Nagreg adalah Kasi Intel Korem 133/Nani Wartabone (NW), Gorontalo, bernama Kolonel Infantri Priyanto (P).

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan rekonstruksi kasus tersebut akan dilaksanakan pada Senin depan atau 3 Januari 2022. Andika mengatakan bahwa ketiga prajurit TNI AD ini akan hadir dalam rekonstruksi terkait kasus Nagreg. Rekonstruksi dijadwalkan akan digelar pada Senin pekan depan.

"Senin besok akan dilakukan rekonstruksi di TKP Nagreg," kata Andika di sela-sela meninjau vaksinasi anak di SD Plebengan, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat 31 Desember 2021

Jika rekonstruksi tidak terlalu lama, maka akan dilanjutkan dengan rekonstruksi di TKP kedua, yaitu Sungai Serayu di Jawa Tengah tempat kedua korban dibuang.

"Tapi kalau hari Senin ternyata rekonstruksi di Nagreg agak lama, untuk rekonstruksi di jembatan Sungai Serayu dilakukan di hari Selasa," ungkap Jenderal Andika Perkasa

Jenderal Andika menegaskan bahwa pihaknya sudah secepatnya merencanakan pemberkasan dari penyidik bisa segera selesai. Sehingga pada Kamis minggu depan sudah dilimpahkan ke Oditur Militer.

"Oditur pun sudah kita instruksikan karena memang sudah di bawah saya untuk mempercepat proses pemberkasan untuk kemudian kita limpahkan ke pengadilan," tegasnya.

Andika menegaskan bahwa Kolonel P atau Priyanto adalah inisiator dan pemberi perintah dalam perbuatan keji tersebut. Saat itu, Priyanto sedang naik mobil bersama dua anggota TNI berpangkat kopral.

"Dari perkembangan kami akhirnya bisa mengkonfrontir tiga-tiganya, maka dalam satu pemeriksaan dan memang yang menjadi inisiator dan sekaligus pemberi perintah untuk tindakan yang masuk dalam beberapa pasal tadi termasuk pembunuhan berencana ini adalah Kolonel P," tegas Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Untuk diketahui, sebelumnya terjadi insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan Nagreg. Korban kecelakaan diketahui bernama Handi Saputra (16), pelajar, warga Kampung Cijolang RT 03/01, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut dan Salsabila Umur (14), pelajar, warga Kampung Tegalane RT 02/07, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Keduanya mengalami kecelakaan lalu lintas pada Rabu 8 Desember 2021 sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Nagreg dekat depan SPBU Ciaro Kampung Tegal Lane RT 02/07, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. 

Usai kejadian keduanya korban dikabarkan dibawa oleh pengendara mobil hingga tak ada kabar. Selang tiga hari kemudian, warga dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan pada Sabtu 11 Desember 2021 sekitar pukul 13.00 WIB di Muara Sungai Serayu, Dusun Bleberan, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

Pada hari yang sama, Sabtu (11/12/2021) sekitar pukul 09.30 WIB, ditemukan mayat laki-laki di pinggir Sungai Serayu, Kampung Grumbul Cibali, Desa Banjarparakan RT 02/05, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas.***