Ratusan Pemuda Diamankan Polisi Pasca Demo Rusuh, 5 Orang Bawa Bom Molotov

Ratusan Pemuda Diamankan Polisi Pasca Demo Rusuh, 5 Orang Bawa Bom Molotov
Sejumlah pemuda yang diamankan Polrestabes Bandung usai demo penolakan PPKM Darurat, Rabu 21/7/2021. (istimewa)

WJtoday, Bandung - Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengungkapkan, pasca rusuh pendemo penolakan perpanjangan PPKM Darurat di sekitar Jalan Sulanjana, pihaknya mengamankan 5 orang yang kedapatan membawa bom molotov.

Namun Ulung menyebut bom molotov tersebut belum dilemparkan oleh para pelaku dan telah diamankan polisi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Ada lima orang yang bawa molotov nanti silakan bisa dilihat barang buktinya. Belum, belum sempat (dilemparkan) jadi sudah keduluan kita tangkap," kata Ulung di Gedung Sate Bandung, Rabu (21/7/2021).

Tak hanya itu, mereka juga merusak fasilitas umum (fasum) sehingga dibubarkan dan diamankan oleh polisi.

"Kita bubarkan mereka karena mereka tidak mematuhi prokes, tidak memakai masker, menutup jalan sehingga terjadi kemacetan panjang, kemudian mereka melakukan perusakan," ujarnya.

Diungkapkannya pula, sebanyak 150 orang didominasi pemuda yang mengikuti aksi di Balai Kota Bandung diamankan oleh polisi. Berdasar data yang dihimpun, 150 orang itu terdiri dari pelajar tingkat sekolah menengah pertama, mahasiswa, dan pengangguran. Mereka diamankan lantaran membuat kerusuhan.

Baca juga: Dari 150 Pendemo di Bandung, 3 Orang yang Ditangkap Polisi Positif Covid-19

"150 orang itu terdiri dari mahasiwa 9 orang, SMA sederajat 36 orang, SMP 6 orang, dan lain-lainnya 34 orang, dan lain-lainnya itu pengangguran dan putus sekolah. Kemudian tambah 64 orang dalam proses pendataan," papar ulung.

Ulung menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika adanya kelompok massa ojek online, pedagang dan mahasiswa yang mengajak menggelar aksi terkait penolakan atas perpanjangan PPKM. 

Ojek online dan pedagang lalu memutuskan untuk memisahkan diri karena khawatir menganggu ketertiban umum.

Sementara itu, massa mahasiswa diduga ditunggangi oleh oknum tertentu yang memang berniat membuat rusuh. Kemudian, mereka melakukan long march ke Gedung Sate bahkan sempat melakukan penutupan jalan hingga terjadi kemacetan. *** (pam)