Raffi Ahmad Sambut Usulan Menpora, agar Klub Sepak Bola Masuk Pasar Modal

Raffi Ahmad Sambut Usulan Menpora, agar Klub Sepak Bola Masuk Pasar Modal
Artis dan Chairman Rans Cilegon FC, Raffi Ahmad, saat peluncuran tim Rans Cilegon FC di Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021)

Wjtoday, Jakarta  - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mendorong agar klub sepakbola Indonesia  masuk ke pasar modal saat bertemu Raffi Ahmad di Kantor Kemenpora, Jakarta, pada Kamis 27 Mei 2021.

Dorongan untuk masuk ke pasar modal ini disampaikan Amali karena menilai keberlangsungan sepak bola akan lebih terjamin jika menjadi sebuah industri.

"Kita mendorong supaya industri olahraga khususnya industri sepakbola ini makin bergairah,” ujar Menpora Zainudin Amali, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenpora, Sabtu (29/5/2021).

Presenter Raffi Ahmad yang juga pemilik RANS Cilegon FC ini menyambut antusias ajakan Menpora. Raffi meyakini bahwa semua klub sepak bola bisa masuk ke pasar modal. 

Raffi menilai sepak bola nasional yang didorong ke arah industri akan menjadi hal yang baik. Bahkan, menurutnya, sepak bola Indonesia bisa dipadukan antara olahraga dan hiburan.

“Saya ingin memajukan sepak bola. Kalau sekarang di luar negeri, sepak bola itu bisa menjadi entertain juga. Jadi, saya ingin memajukan sport dan entertainment. Kita coba kolaborasikan sport dan entertainmentnya,” ujar Raffi.

Diketahui sebelum ajakan disampaikan Menpora, Bali United telah resmi melantai di pasar modal sejak 2019. Tepatnya, saham klub berjuluk Serdadu Tridatu itu masuk Bursa Efek Indonesia sejak 17 Juni 2019.

Dengan masuk ke Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Bali United menjadi klub pertama di Indonesia yang go public. Tak hanya di Indonesia, Bali United juga menjadi klub sepakbola pertama di Asia Tenggara yang melakukan hal tersebut.

Perusahaan yang mengelola klub sepakbola Bali United ini memiliki kode emiten BOLA. Terjunnya Bali United ke pasar modal kala itu disambut positif oleh sang CEO, Yabes Tanuri. Dia menyatakan, melantainya perusahaan di pasar modal sejalan dengan tujuan perseroan menjadi klub sepakbola yang terus berinovasi.

"Dilepasnya saham Bali United untuk umum akan semakin banyak pihak yang mendukung tercapainya visi dan misi Bali United untuk meraih sukses yang berkelanjutan. Tentu saja, para suporter akan berperan lebih aktif dalam memperbesar dampak Bali United," tutur Yabes kala itu.

"Perolehan dana IPO akan digunakan perseroan untuk investasi, memperkuat struktur permodalan di entitas anak, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja," lanjutnya.***