Proyeksi Ekonomi Global, IMF: Revisi Ekonomi RI Tersungkur Lebih Dalam di Minus 1,5%

Proyeksi Ekonomi Global, IMF: Revisi Ekonomi RI Tersungkur Lebih Dalam di Minus 1,5%
ilustrasi perekonomian Indonesia
WJtoday, Jakarta - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) merevisi kembali proyeksi ekonomi global pada tahun ini. Proyeksi ditujukan kepada ekonomi dunia, maupun negara maju dan berkembang salah satunya Indonesia.

Khusus Indonesia, IMF merevisi kembali pertumbuhan ekonomi nasional menjadi minus 1,5% di tahun 2020. Angka tersebut lebih dalam dibandingkan proyeksi di bulan Juni yang minus 0,3% sepanjang tahun ini.

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath ekonomi global akan minus 4,4% pada 2020. Kemudian seluruh negara berkembang akan kontraksi tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga telah melakukan revisi pada proyeksi perekonomian Indonesia kuartal III. Sebelumnya ekonomi Indonesia diprediksi minus 1,1% hingga positif 0,2%.

Namun revisi menjadi minus 1,7% hingga minus 0,6%. 

"Ini artinya negatif teritory terjadi pada kuartal III dan kemungkinan masih berlangsung pada kuartal IV dan kita berusaha mendekati nol atau positif," jelas dia.

Jika proyeksi ekonomi kuartal III 2020 benar-benar terjadi negatif, maka Indonesia masuk ke dalam resesi ekonomi. Hal ini karena pada kuartal II kemarin Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang minus 5,3%.

Sementara untuk keseluruhan ASEAN 5 yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam angka pertumbuhan ekonominya minus 3,4% di sepanjang tahun 2020. Angka proyeksi ini masih memperhitungkan ketidakpastian yang berasal dari COVID-19.

Rinciannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 1,5%, Thailand minus 7,1%, Malaysia minus 6,0%, Filipina minus 8,3%, dan Vietnam minus 1,6%. Dari data tersebut, ekonomi Filipina yang terkontraksi paling dalam.

"Semua pasar negara berkembang dan kawasan ekonomi berkembang akan mengalami kontraksi tahun ini termasuk negara berkembang di Asia," kata Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath seperti yang dikutip dalam laporan World Economic Outlook (WEO) IMF, Rabu (14/10/2020).

Sementara negara berkembang lainnya di Asia, yaitu China dan India. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China berada di zona positif yaitu 1,9% di tahun 2020. Sementara India, pertumbuhan ekonominya minus 10,3%.

Sedangkan untuk ekonomi dunia atau global, IMF merevisi menjadi minus 4,4% sepanjang tahun 2020. Angka ini lebih baik sedikit dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di minus 4,9%.***