Pria Meninggal Usai Hirup Nafas Pasien Covid, Dokter: Para Covidiot Seperti Ini yang Membuat RI Jadi Episentrum Asia

Pria Meninggal Usai Hirup Nafas Pasien Covid, Dokter: Para Covidiot Seperti Ini yang Membuat RI Jadi Episentrum Asia

WJtoday, Jakarta – Tak sedikit masyarakat di Indonesia yang masih tak percaya dengan bahayanya Covid-19. Banyak dari mereka yang menganggap remeh bahkan sampai membuat eksperimen yang membahayakan nyawa.

Seperti aksi dua pria berpeci ini. Video mereka viral di sosial media usai melakukan pengobatan terhadap pasien Covid-19.

Diunggah oleh akun Instagram @trendingbuzz.id, nampak dua pria berpeci berdekatan dengan pasien Covid-19 tanpa mengenakan masker. Entah apa yang ada di kepala mereka, dua pria itu pun mendekatkan wajah mereka dengan pasien tersebut.

Diketahui, pria tersebut adalah pakar terapi Saraf, Masudin. Video tersebut kemudian banyak dibagikan setelah kabar Masudin meninggal dunia.

Dalam video itu, tertulis keterangan:

“KH Sami’an. Detik detik virus covid nampak jelas, 17-4-2021 pukul 22.00 WIB…” seperti dikutip dari instagram@trendingbuzz.id,Jumat (16/7/2021).

Pria yang diduga adalah Masudin terlihat meminta pasien yang terbaring itu untuk menarik dan menghembuskan nafas. Lalu, meminta pria di dekatnya menghirup nafas yang diembuskan pasien tersebut. 

Berselang beberapa waktu kemudian, Masudin juga ikut menghirup nafas pasien itu.

Setelah video itu viral, muncul kabar duka yang tak diduga-duga. Salah satu pria yang berada dalam rekaman itu dikabarkan meninggal dunia pada Selasa dini hari, 13 Juli 2021.

Pria itu bernama Masudin, seorang pakar terapi saraf telinga di Jombang, Jawa Timur. Menurut keterangan Masudin sempat mengeluhkan sakit lambung dan demam sebelumya akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro.

Hingga kini, belum diketahui bagaimana nasib rekannya yang juga ikut menghirup napas pasien Covid-19.

Mengutip dari kabarjombang, Semasa hidupnya, Masudin dikenal sebagai sosok terapis yang ahli mengobati pasien tuna rungu, baik bawaan dari lahir maupun karena sebab lain.

Sejumlah penghargaan pun sempat dia raih, mulai dari pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori terapi tercepat maupun Centurion World Redord, penghargaan kelas dunia dari Amerika Serikat.

Salah satu rekan Masudin, Rony, yang juga salah satu jurnalis mengaku sangat kehilangan. Rony mengaku terakhir bertemu dengan Masudin satu minggu yang lalu. Saat ini dia sempat melihat sang terapis ini sakit dan terbaring di rumahnya.

“Waktu itu beliau sakit, saya mau bertamu akhirnya pulang, biar istirahat dulu. Itu terakhir kali saya bertemu, setelah itu saya terima kabar duka Mr Masudin meninggal, antara kaget dan tidak percaya,” ungkapnya, Selasa (13/7/2021) siang.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu pengusaha asal Kecamatan Perak, Juliono. Pria yang akrab disapa Haji Juli ini mengaku sangat kehilangan sosok Masudin, pria yang banyak memiliki kelebihan dan jiwa sosial yang tinggi.

Kata dia, sejauh ini, apa yang dikerjakan Masudin tidak lepas dari kegiatan sosial. Mulai dari membangun Masjid, jalan dan membangun ratusan rumah orang kurang beruntung.

“Dia orangnya sangat baik, suka menolong, membangun Masjid, hasil kerjanya tidak dipakai dirinya sendiri, melainkan sebagian buat membantu orang yang membuahkan, membangun jalan, bedah rumah, banyak sekali yang dia lakukan, kami turut berduka dan sangat kehilangan,” ujarnya.

Seorang Influencer dan dokter yang bertugas di Makassar, Bambang Budiono turut membagikan video tersebut.

“Takabur dan kesombongan akan membawa petaka ….tanpa pandang bulu..dari rakyat jelata hingga orang ternama. 

Para COVIDIOT adalah sahabat terbaik virus korona, karena ia akan menjadi tempat berkembang biak dan penebar virus kemana mana, sebelum ia tertimbun tanah di liang kubur. 

Hal hal seperti ini yang menyebabkan negeri +62 telah meraih peringkat pertama kasus baru di Dunia,  menjadi episentrum Asia… bahkan bisa menjadi episentrum COVID-19 Dunia yang akan terisolir dari seluruh negara di Dunia. Menyedihkan,” tulisnya. 

Bambang Budiono juga menjelaskan bahwa pria dalam video tersebut yakni Masudin telah meninggal.****