Presiden BEM Unmul Kritik Wapres 'Patung Istana' Berujung Panggilan Polisi, Ini Kata DPR

Presiden BEM Unmul Kritik Wapres 'Patung Istana' Berujung Panggilan Polisi, Ini Kata DPR
Poster Digital BEM Unmul terkait kedatangan Wapres Ma'ruf Amin ke Samarinda pada Selasa (2/11) yang viral di medsos ( istimewa)

WJtoday, Jakarta  - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul), Abdul Muhammad Rachim dipanggil polisi usai unggahan di akun Instagram BEM Unmul @bemkmunmul yang mengkritik Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. 

Dalam unggahan di media sosial itu, mahasiswa menulis "Kaltim Berduka - Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda" dan disertakan foto Ma'ruf Amin. Poster itu diunggah saat wakil presiden itu berkunjung ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa 2 November 2021 lalu.

Menanggapi pemanggilan tersebut Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh meminta polisi bertindak lebih objektif dan mengedepankan sisi humanis terhadap setiap kritik yang disampaikan masyarakat.

"Ini tentunya bercermin dari dua hal, pertama, instruksi Kapolri sendiri agar Kepolisian RI mengedepankan keadilan restoratif dan SKB UU ITE. Kedua, kebebasan ekspresi akademis mesti kita hargai bersama," kata Pangeran Khairul Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (12/11/21)

Pangeran mengatakan, sebaiknya setiap bentuk aspirasi yang disampaikan masyarakat, ditelaah dengan baik tanpa terkesan ada arogansi kekuasaan aparat.

Karena itu dia berharap, pemanggilan Presiden BEM UnMul oleh pihak kepolisian adalah bagian dari keadilan restoratif melalui jalan mediasi dan diskusi tanpa adanya tindakan yang mengarah represi.

"Sebagai institusi yang tengah disorot publik dan kebijakan penyegaran di tubuh Kepolisian yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, maka sudah sepatutnya Kepolisian RI lebih mengedepankan sisi humanis daripada pendekatan kekuasaan," ujarnya.

Dia menilai sudah waktunya bagi Polri untuk membuktikan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat yang mungkin sedikit ternoda oleh beberapa oknum kepolisian akhir-akhir ini.***