Prabowo dan Jokowi Disebut Memiliki Peran Menentukan di Pilpres 2024

Prabowo dan Jokowi Disebut Memiliki Peran Menentukan di Pilpres 2024
Presiden Jokowi bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (youtube)

WJtoday, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo disebut punya peran menentukan hasil Pilpres 2024. Beberapa pakar menilai popularitas dua tokoh itu berpengaruh signifikan pada perolehan suara kandidat-kandidat presiden.

Direktur Eksekutif lembaga survei Development Technology Strategy (DTS) Ainul Huda mengatakan Anies Baswedan akan diuntungkan jika Prabowo tak maju di 2024. Huda menyebut elektabilitas Anies akan melesat, mendekati kandidat terkuat Ganjar Pranowo.

"Misal Pak Prabowo tidak maju capres, dan itu ada tokoh alternatif Ridwan Kamil, maka Anies dan Ganjar akan bersaing cukup ketat. Dukungannya 33 persen untuk Pak Ganjar, 32 persen untuk Pak Anies," sebut Huda dalam konferensi pers daring, Minggu (14/11/2021).

Jika Prabowo kembali nyapres di 2024, maka suara Ganjar dan Anies akan berkurang. Elektabilitas Ganjar berara di angka 31,57 persen, sedangkan Anies merosot ke 24,58 persen.

Dampak serupa juga bisa dihasilkan Jokowi pada Pilpres 2024. Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes berpendapat dukungan politik Jokowi akan jadi penentu pemenangan di 2024.

Diutarakannya, pasalnya saat ini ada sekitar 30 persen pemilih setia Jokowi. Para pendukung itu ikut Jokowi apapun yang terjadi. Bahkan, survei DTS menunjukkan para pemilih itu akan memilih Jokowi jika kembali nyapres.

"Bagaimanapun Pak Jokowi popularitas masih tinggi, basis loyalnya juga masih tinggi. Positioning Pak Jokowi di pilpres itu akan menentukan naik-turun perolehan seorang calon," jelas Arya.

Arya mengatakan ada sejumlah kandidat presiden yang berpotensi mendapat dukungan politik Jokowi karena faktor kedekatan. Beberapa di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menparekraf Sandiaga Uno, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Dengan segala variasi yang banyak itu, saya menduga Pak Jokowi akan netral atau mungkin support semuanya," kata Arya.

Hasil Survei ISC: Popularitas Prabowo Masih Tertinggi

Indonesia Survey Center (ISC) menyatakan popularitas Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024 paling tinggi. Tingkat popularitas Prabowo mencapai 90,3 persen.

Dalam survei yang dilakukan ISC, ketua umum Partai Gerindra itu mengalahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Prabowo Subianto 90,3 persen. Sandiaga Uno 88,7 persen. Ganjar Pranowo 88,3 persen," kata peneliti senior ISC, Chairul Ansari dalam konferensi pers daring, Minggu (14/11).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi keempat terpopuler. Kemudian posisi kelima ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Anies 88 persen. Ridwan Kamil 87,5 persen," ungkap Chairul.

Dia mengatakan popularitas yang tinggi cukup sebanding dengan tingkat likeabilitas. Dalam variabel likeabilitas, Prabowo juga menempati posisi teratas. Disusul Anies, Sandiaga, dan Ganjar.

"Prabowo 80,2 persen. Anies 80,1 persen. Sandiaga Uno 78,8 persen dan Ganjar 75,3 persen," sebutnya.

Survei ini dilakukan dalam.rentan waktu 7-21 Oktober 2021. Jumlah sampel sebanyak 1.520 responden dengan margin of error sebesar 2,5 persen.

Adapun teknik pencuplikan sampling menggunakan metode multistage random sampling dengan pengumpulan data direct interview.

Sebelumnya, Lembaga survei Development Technology Strategy (DTS) mengungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas paling tinggi sebagai calon presiden Pemilu 2024. Elektabilitas Ganjar mengalahkan sejumlah kandidat potensial, seperti Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif DTS Ainul Huda mengatakan Ganjar menempati urutan pertama dari 21 nama kandidat presiden 2024. Ganjar memiliki elektabilitas 20,4 persen pada survei ini.  ***