PPKM Diperpanjang hingga 1 November, Pemerintah Beri Pelonggaran Sektor Wisata

PPKM Diperpanjang hingga 1 November, Pemerintah Beri Pelonggaran Sektor Wisata
ilustrasi./WJtoday

WJtoday, Jakarta - Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-4 selama 14 hari, yakni 19 Oktober sampai 1 November 2021.

Pada perpanjangan PPKM kali ini dilakukan sejumlah pelonggaran, di antaranya pada sektor wisata. Pemerintah berencana menambah jumlah tempat wisata yang dibuka.

"Uji coba tempat wisata di kabupaten/kota level 3 akan ditambah sesuai dengan izin Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers daring, Senin (18/10/2021).

"Wisata air dapat dibuka pada kabupaten/kota level 2 dan 1," tuturnya.

Masih pada sektor wisata, mulai besok anak-anak di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk tempat wisata di daerah level 2. Anak-anak wajib didampingi orangtua dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Pelonggaran pada sektor lainnya yakni pembukaan tempat permainan anak di mal atau pusat perbelanjaan di kabupaten/kota di level 2.

Namun, tempat permainan anak diwajibkan mencatat nomor telepon dan alamat orangtua serta waktu anak bermain untuk kebutuhan tracing atau pelacakan.

Kemudian, kapasitas bioskop di daerah level 2 dan 1 akan dinaikkan menjadi 70 persen. Anak-anak juga sudah diperbolehkan masuk bioskop.

Pelonggaran lainnya yakni sopir logistik yang sudah divaksin dua kali boleh menggunakan tes antigen yang dapat berlaku selama 14 hari untuk melakukan perjalanan domestik. Pemerintah bakal melakukan tes secara acak pada sopir logistik.

"Kita imbau bila ada sopir logistik yang merasa tidak nyaman dengan kondisinya untuk segera melaporkan diri untuk segera diperiksa," ucap Luhut.

Luhut mengatakan, sejumlah pelonggaran dilakukan lantaran situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan penurunan.

Penambahan kasus konfirmasi harian terus menurun. Hal ini menyebabkan kasus aktif nasional dan di Jawa-Bali terus menunjukkan penurunan.

Saat ini tersisa kurang dari 20.000 kasus aktif secar nasional dan kurang dari 8.000 kasus aktif di Jawa-Bali.

"Jauh menurun dibandingkan lebih dari 570.000 kasus aktif pada puncak varian Delta," kata Koordinator PPKM Jawa-Bali itu.***