Polri Siapkan Sejumlah Langkah Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Jelang Tahapan Pemilu 2024

Polri Siapkan Sejumlah Langkah Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Jelang Tahapan Pemilu 2024
ilustrasi Pemilihan Umum 2024. (WJtoday)

WJtoday, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah menyiapkan sejumlah skema untuk pengamanan Pemilu 2024. Sejumlah langkah untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam semua tahapan Pemilu 2024 sudah disiapkan.

"Ya terkait itu ini juga dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 76 kami mensinergikan semua pihak. Ada dari rekan-rekan TNI, media, demikian juga kemarin kita melakukan kegiatan praktik kesehatan yang puncaknya di IKN," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Minggu (19/6/2022).

Tak hanya itu, untuk menguatkan sinergitas, Polri juga akan melibatkan sejumlah pihak untuk menjaga kamtibmas Pemilu 2024. Di antaranya ada unsur buruh hingga organisasi kepemudaan (OKP).

"Tentunya kami akan melibatkan juga OKP juga buruh. Ini menunjukkan bahwa dalam rangka menghadapi agenda-agenda nasional ke depan bahwa sinergitas kemudian kolaborasi adalah hal yang mutlak untuk mensukseskan agenda-agenda nasional ke depan," kata Dedi.

Dedi mencontohkan, komitmen Polri untuk mensukseskan sejumlah agenda nasional sudah dilakukan sejak dini. Misal, penyelenggaraan G20 di Bali Oktober nanti hingga pentahapan Pemilu 2024 oleh KPU.

"Contoh, sebentar lagi akan diadakan Presidensi G2P di Bali, ini pun harus bersinergi semua pihak. Pak Kapolri juga menyampaikan di bulan juni ini sudah mulai masuk pentahapan pemilu sebagaimana sudah disampaikan oleh Ketua KPU, bahwa dalam pentahapan pemilu ini polri juga sudah menyiapkan yang bernama operasi manta brata," jelas Dedi.

Dedi menyebut, Operasi Mantap Brata nantinya digelar oleh seluruh Polda di Indonesia dalam rangka mencegah gangguan keamanan jelang Pemilu.

"Nanti akan diikuti oleh seluruh Polda di 34 provinsi. Semuanya akan melaksanakan untuk mengantisipasi segala potensi spektrum ancaman yang terjadi pada setiap pentahapan pemilu. Karena setiap pentahapan sudah kita analisa memiliki spektrum ancaman gangguan kantibmas yang berbeda," kata Dedi.***