Polri Setop Usut Polisi Tewas Terduga Penembak Laskar FPI

Polri Setop Usut Polisi Tewas Terduga Penembak Laskar FPI
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono
WJtoday, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menghentikan penyidikan terhadap satu orang personel Polda Metro Jaya yang berstatus terlapor dalam kasus dugaan unlawful killing terhadap empat orang Laskar FPI.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono saat menjawab pertanyaan wartawan soal alasan polisi yang baru mengumumkan kematian terlapor berinisial SPZ yang meninggal pada 4 Januari.

"Proses penyidikan tetap berjalan walaupun setelah meninggal dunia, untuk menjaga akuntabilitas dari pada penyidik itu sendiri, terlapor tetap tiga [orang]. Tentunya nanti dalam proses akhir, akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku sesuai 109 KUHAP," kata Rusdi, Jumat (26/3).

"Nanti kalau yang sudah meninggal dunia ini tentunya pasal 109 KUHAP itu diberlakukan," imbuh dia.


Diketahui, berdasarkan Pasal 109 ayat (2) huruf C KUHAP, penyidikan dapat dihentikan demi hukum dengan pertimbangan nebis in idem, tersangka meninggal dunia, dan tindak pidana kedaluwarsa.

Untuk dua terlapor lainnya, Rusdi menerangkan proses penyidikan tetap berjalan.

"Prosesnya tetap jalan terus, kan masih ada dua terlapor. Dua terlapor jalan terus, yang tidak dilanjutkan yang telah meninggal dunia," ujar dia.

Satu dari tiga anggota Polda Metro Jaya yang menjadi terlapor dalam kasus unlawful killing terhadap empat laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebelumnya diberitakan meninggal dunia karena kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor.

Peristiwa kecelakaan yang menimpa EPZ itu terjadi pada 3 Januari. Berdasarkan akta kematian yang diperlihatkan Rusdi, EPZ adalah Elwira Priyadi Zendrato.

Penanganan kasus ini sendiri dilakukan usai Komnas HAM memberikan rekomendasi hasil dari investigasi yang dilakukan lembaga.

Dalam insiden itu, diketahui empat Laskar FPI masih hidup sebelum polisi membawanya ke dalam mobil. Sementara, dua laskar yang lain telah meninggal saat bentrok hingga baku tembak pecah sebelumnya.

Polisi diduga menembak mati Laskar FPI yang tersisa lantaran diklaim melawan petugas. Atas hal itu, tiga anggota dari Polda Metro Jaya berstatus sebagai terlapor meski kasusnya sudah masuk penyidikan. 

Ini Profil Polisi Terlapor di Kasus Unlawful Killing Laskar FPI yang Meninggal


Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, salah satu polisi dari tiga terlapor kasus unlawful killing laskar FPI tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal pada 3 Januari 2021 lalu. Anggota polisi tersebut diduga adalah Elwira Pryadi Zendarto. 

"Kecelakaan terjadi di Jalan Bukit Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Namun, pada 4 Januari, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," ujar Rusdi dalam konferensi pers pada 26 Maret 2021.

Elwira lahir pada 9 Mei 1983. Ia pernah terlibat dalam pengungkapan kasus penyelundupan narkotika yang melibatkan warga negara Malaysia, Chong Kim Tian alias Gery. Ia yang saat itu bertugas di Satuan Tugas Khusus Bareskrim Polri, bersama anggota lainnya, menangkap Chong Kim Tian.

Informasi tewasnya Elwira dibuka oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto. "Saat gelar perkara, saya mendapat info bahwa salah satu terlapor MD (meninggal dunia) karena kecelakaan," ucap dia kepada Tempo pada 25 Maret 2021.

Polri pun memastikan penyidikan kasus unlawful killing akan tetap berjalan secara profesional dan transparan. Meski satu dari tiga anggota terlapor sudah meninggal.

"Untuk menjaga akuntabilitas, terlapor tetap tiga. Proses penyidikan tetap berjalan," ujar Rusdi.

Enam Laskar FPI yang mengawal Rizieq Shihab tewas ditembak polisi di Jalan Tol Cikampek Kilometer 50 pada Senin dini hari, 7 Desember 2020 sekitar pukul 00.30 WIB. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan adanya dugaan terjadi unlawful killing dalam kasus penembakan yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 itu.

Menindaklanjuti temuan Komnas HAM, kepolisian menetapkan tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai terlapor dalam insiden unlawful killing dalam kasus penembakan laskar FPI. Kepolisian kemudian melakukan gelar perkara dan menetapkan status kasus unlawful killing menjadi penyidikan. ***