Polri Minta Masyarakat tak Lagi Gaduh Usai Yahya Waloni dan M Kace Ditangkap

Polri Minta Masyarakat tak Lagi Gaduh Usai Yahya Waloni dan M Kace Ditangkap
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono . (antara)

WJtoday, Jakarta - Polri meminta masyarakat tak lagi gaduh usai penceramah Yahya Waloni dan YouTuber Muhammad Kace ditangkap dalam dua hari terakhir.

Diketahui, keduanya terjerat kasus serupa yakni dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama melalui konten video yang tersebar di media sosial.

"Polri mengimbau kepada masyarakat tetap tenang, tidak gaduh. Percayakan kepada kami, percayakan kepada Polri dapat menuntaskan kasus ini," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Rusdi menekankan, kepolisian akan melakukan penindakan hukum secara profesional, dan transparan kepada masyarakat sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Diungkapkannya pula, setiap perkembangan terhadap perkara tersebut akan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka.

"Beberapa hari ke belakang sudah terlihat apa yang kami lakukan, dan tentunya kami lihat juga. Banyak juga pihak-pihak yang telah apresiasi terhadap apa yang Polri lakukan," sebutnya.

Baca juga: Penceramah Yahya Waloni Dijerat Dengan Pasal Berlapis

Yahya Waloni ditangkap polisi di kediamannya di Perumahan Permata Cluster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (26/8) sore. Penindakan itu didasarkan pada pengusutan kasus yang dilaporkan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme pada Selasa, 27 April 2021 lalu.

Yahya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Mei lalu. Namun penangkapan baru dilakukan Agustus. Menurut Rusdi, proses tersebut bukan menunjukkan tindakan penyidik yang lambat.

Hanya saja, setiap langkah yang diambil dipertimbangkan secara profesional oleh penyidik.

Yahya diamankan polisi dua hari setelah YouTuber Muhammad Kace ditangkap pada Selasa (24/8) malam di Bali. Kace juga terjerat kasus serupa terkait penistaan agama.  ***