Polri Janji Berikan Kesempatan Lebih Banyak Polwan Isi Jabatan Strategis Usai Dikritik Sri Mulyani

Polri Janji Berikan Kesempatan Lebih Banyak Polwan Isi Jabatan Strategis Usai Dikritik Sri Mulyani
ilustrasi./twitter

WJtoday, Jakarta - Polri menjawab kritik Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berharap memberikan lebih banyak kesempatan kepada Polisi Wanita (Polwan) agar masuk menjadi personel Korps Bhayangkara.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya tengah berbenah agar terus meningkatkan kuantitas maupun kualitas Polwan di institusi Polri.

"Polri akan senantiasa berbenah diri untuk meningkatkan dari segi kuantitas Polwan maupun dari segi pembinaan karir dengan semakin banyak memberikan kesempatan bagi polwan untuk menempati jabatan strategis yang ada di organisasi sesuai dengan kompetensinya," kata Ramadhan kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, Polri telah melakukan proses rekrutmen sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.

Merujuk data dari staf SDM, Polri memiliki 24.722 personel Polwan.

Dari segi kepangkatan, ia menerangkan posisi tertinggi Polwan berpangkat Brigadir Jenderal dengan berjumlah 3 orang.

Sementara itu, ada ribuan personel yang berpangkat perwira menengah dan perwira pertama.

"Dari segi kepangkatan, saat ini ada 3 personel Polwan yang berpangkat Brigjen dan 1.477 personel berpangkat perwira menengah, 3.412 berpangkat pama atau perwira pertama dan 19.830 personel berpangkat bintara," jelasnya.

Ia menjelaskan tiga Polwan berpangkat Brigjen menempati posisi Wakapolda hingga pejabat utama di Mabes Polri.

"Saat ini tiga brigjen di Polri ada yang menduduki jabatan Wakapolda ada yang sebagai PJU Mabes Polri," tukasnya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti hanya ada 5 persen wanita yang menjadi Polwan di Korps Bhayangkara.

Angka itu berbanding jauh dengan jumlah polisi wanita di negara lain yang melebihi dari 10 persen.

Begitu pun Polwan yang menduduki jabatan strategis persantesenya masih sangat kecil.

Sri Mulyani berharap adanya peningkatan kesetaraan gender di kepolisian RI.

Adapun kritik ini disampaikan Sri Mulyani usai menghadiri kegiatan 'The 58th Annual International Association of Women Police (IAWP) Training Conference di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Sri Mulyani, kesetaraan gender ini perlu dilakukan karena hampir 1 dari 3 perempuan di dunia atau sekitar 736 juta perempuan pernah menjadi korban kekerasan setidaknya sekali dalam kehidupannya.

Dari jumlah itu, hanya kurang dari 40 persen yang mau mencari pertolongan atas kekerasan yang dihadapinya.

"Polisi wanita memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan rasa aman yang berbeda antara perempuan dan laki-laki. Pada kasus seperti kekerasan terhadap wanita tersebut, polisi wanita akan membuat korban merasa lebih terlindungi dan percaya hukum akan ditegakkan secara adil terhadap pelaku kejahatan," kata Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya pada Kamis (11/11/2021) lalu.***