Polisi Tahan 2 Tersangka Kasus Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS

Polisi Tahan 2 Tersangka Kasus Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS
Foto Gilang Endi, mahasiswa yang meninggal saat mengikuti Diklatsar Menwa UNS, dipajang di Boulevard UNS, saat doa bersama 100 Lilin untuk GE, Selasa (26/10/2021) malam.(Kompascom)

WJtoday, Surakarta - Polresta Surakarta telah menetapkan 2 orang sebagai tersangka kasus meninggalnya Gilang Endi Saputra, peserta Diklatsar Menwa UNS. Penetapan tersangka dibacakan oleh Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak. berinisial MFM (22) pria, warga Pati FPJ (22) pria asal Wonogiri.

Kedua tersangka terbukti melakukan penganiayaan menggunakan alat maupun tangan kosong saat kegiatan Diklatsar Pra Gladi Patria Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905, di bawah Jembatan Jurug (Bengawan Solo), Sabtu (23/10) lalu.

Kedua tersangka berdasarkan 3 alat bukti tersebut,secara bersama melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal. Atau karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia.

“Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” katanya.

Satreskrim Polresta Surakarta menahan  2 tersangka kasus meninggalnya Gilang Endi Saputra, peserta Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) Menwa UNS. Upaya penahanan  tersangka NFM dan FPJ dilakukan seusai gelar perkara, Jumat (5/11)

Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, NFM telah dilakukan upaya paksa penangkapan pada hari Jumat pukul 13.50 WIB. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Saat penangkapan tim penyidik juga melakukan penggeledahan dan penyitaan terkait barang bukti.

“Pemeriksaan selesai sekira pukul 23.00 WIB, dan berdasarkan SPP (Surat Perintah Penahanan) Nomor: Sp.Han/192/XI/2021/Reskrim, NFM telah resmi dilakukan penahanan di Rutan Polsek Laweyan,” ujar Ade, Sabtu (6/11).

Sementara untuk FPJ, pasca-penangkapan yang dilakukan pukul 13.50 WIB juga telah dilakukan upaya penggeledahan dan penyitaan barang bukti. Pemeriksaan selesai pukul 22.15 WIB dan dilanjutkan penahanan berdasarkan SPP Nomor : Sp.Han/193/XI/2021/Reskrim. Untuk FPJ ditahan di Rutan Polsek Banjarsari.

“Selama pemeriksaan, kedua tersangka didampingi penasehat hukum dari BKBH UNS,” jelas Ade.

Mantan Kapolres Karanganyar itu menyampaikan, sebelum melaksanakan penahanan, kedua tersangka telah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Si Dokkes Polresta Surakarta dan menjalani swab antigen.

Sebelumnya Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Ia juga menyesalkan terjadinya kasus kekerasan yang terjadi di kampus tersebut. Kendati demikian pihaknya akan melakukan pendampingan kepada kedua tersangka.

“Kita akan melakukan pendampingan kepada kedua tersangka. Tim sudah dibentuk dan diketuai Dr Agus Riewanto. Kita berikan pendampingan kepada yang lain juga, baik pendampingan psikologi, pendampingan kesehatan dan pendampingan lainnya,” katanya.

Jamal berharap bisa menyelesaikan kasus tersebut secara hukum. Ia juga akan patuh dan taat, serta berkoordinasi dengan kepolisian. Terkait sanksi, pihaknya masih menunggu proses hukum yang berjalan. ***