Polisi Selidiki Motif Ketua Harian AKAR Coba Bunuh Diri di Depan Balai Kota Bandung

Polisi Selidiki Motif Ketua Harian AKAR Coba Bunuh Diri di Depan Balai Kota Bandung

WJtoday, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ikut prihatin dengan aksi percobaan bunuh diri yang diduga dilakukan oleh Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Bandung berinisial GB di area gerbang Kantor Wali Kota Bandung, Rabu (4/8/2021). 

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial prihatin atas kejadian itu.

"Mang Oded M Danial menyesalkan dan prihatin dengan kejadian ini," kata dia melalui keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Ditempat lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna juga meluapkan keprihatinan seraya mengharapkan kejadian hal serupa tidak terulang.

"Kita sangat prihatin, semoga Allah Swt tetap memberikan pertolongan dengan keselamatan jiwanya dan kejadian seperti ini tidak akan pernah lagi terulang," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, Rabu (4/8).

Ema mengatakan, semua pihak diharapkan tetap bersabar dan bertawakal dalam menghadapi persoalan berat ini. Ema mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa kepada Allah Swt agar memberikan kemudahan dan menghadirkan solusi terbaik.

Polisi Selidiki Motif Ketua AKAR Bandung Nekat Tusuk Leher dan Perut Sendiri


Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Gan Bonddilie atau dikenal Bondbond, nekat melakukan upaya bunuh diri dengan menusuk leher dan perutnya menggunakan sebilah pisau, Rabu (4/8/2021) sekitar pukul 13.10 WIB. Polisi menyelidiki motif percobaan bunuh diri GB di depan gerbang Balaikota Bandung.

Saat ini, korban Gan Bonddilie (GB) atau Bondbond dirawat di ruang intensive care unit (ICU) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, sebelum melakukan upaya bunuh diri, korban GB menelepon Jajang Jaenudin (35), temannya, seorang PNS di Humas Pemkot Bandung dan memberi informasi dirinya (GB) ada di depan Balaikota Bandung.

Saat saksi Jajang datang, kata Kapolrestabes, korban GB sudah terkapar di Jalan Wastukancana, Kota Bandung. Melihat GB terkapar, Jajang pun berlari mendatangi untuk melihat kondisinya.

"Saat saksi Jajang datang, korban sudah di tengah jalan dan melakukan upaya bunuh diri. Jajang berusaha mencegah tapi terlambat karena GB sudah menusuk perut dan leher kiri dan kanan," kata Kapolrestabes Bandung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung.

Saksi Jajang, ujar Kombes Pol Ulung, kemudian menghubungi polisi dan ambulans untuk membawa GB ke rumah sakit. Sedangkan polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Selain Jajang, pegawai Humas Pemkot Bandung, penyidik juga meminta keterangan dari S dari satpam Balaikota Bandung. "Saat ini (korban GB) sudah di ruangan ICU Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk mendapatkan pertolongan. Leher dan perutnya terluka. Yang bersangkutan (GB) masih bertahan. Insya Allah tetap sehat. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti sebilah pisau," ujar Kombes Pol Ulung.

Kapolrestabes Bandung menuturkan, penyidik satreskrim menyelidiki motif dan tujuan korban melakukan upaya bunuh diri. "Terkait motif dan maksud tujuan (korban GB melakukan upaya bunuh diri) bagaimana dan apa, Masih dalam penyelidikan dari Satreskrim Polrestabes Bandung," tutur Kapolrestabes.

Disinggung isu aksi nekat GB dipicu oleh kekecewaan dan protes terhadap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 9 Agustus 2021, Kombes Pol Ulung belum bisa memastikan. 

"Kami masih melakukan pendalaman. (Terkait PPKM), sebelumnya kepolisian telah memfasilitasi pertemuan AKAR dan Pemerintah Kota Bandung," ucap Kombes Pol Ulung.


Terkait dengan keinginan AKAR yang meminta agar Pemkot Bandung memperbolehkan dine-in atau makan di tempat, Ema menegaskan bahwa peraturan belum memperbolehkan. Pihaknya mengikuti kebijakan pusat.

"Regulasi belum memperbolehkan, pemkot ikut pusat," katanya.

Sebelumnya, seorang pria yang berusaha melakukan aksi bunuh diri di Balai Kota Bandung, Rabu (4/8/2021) telah diketahui identitasnya.

Ia adalah GB alias Gan Bonddilie, seorang tokoh yang dikenal sebagai pengusaha.

Gan juga diketahui menjadi Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat.

Pria ini diduga ingin mengakhiri hidupnya akibat PPKM level 4 di Bandung yang membuat usahanya kesulitan.

Pria tersebut diduga bernama Gan Bonddilie, dikenal sebagai ketua Harian AKAR.

Beredar rekaman suara yang dikabarkan ditinggalkan Gan Bonddilie sebelum mencoba mengakhiri hidup.

Dari rekaman suara terdengar suara pria yang mengaku Ketua Harian AKAR Jawa Barat.

Terdengar isakan permintaan maaf kepada teman seperjuangan dan keluarga.

Berawal dari menyinggung persoalan PPKM dan kebijakan tempat wisata di Kota Bandung, pria itu berharap pemerintah dapat bijak menerapkan aturan di masa pandemi Covid-19.

Harapan pria itu adalah tempat wisata di Kota Bandung dapat dibuka dengan protokol kesehatan yang tepat.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kekecewaan Pemkot Bandung terkait kebijakan PPKM yang diterapkan pemerintah pusat.

"Perjuangan ini belum berakhir jika memang perjuangan terakhir ini saya lakukan semoga apa keinginan kita yang kita tuangkan dalam sehelai kertas dapat diizinkan," katanya.

Keadaan PPKM ini membuat ia tidak kuat mendengar keluhan teman seperjuangannya.

Dalam rekaman suara berdurasi 3 menit 34 detik itu, ia menangis dan perkataannya terpotong oleh isakan.

Tidak hanya berpesan kepada rekan-rekannya, pria tersebut juga meminta maaf kepada keluarganya.

Ia meminta maaf kepada istri karena tidak bisa menjadi sosok ayah yang baik untuk keluarga.

"Untuk anak-anak ku mohon maaf kalau ayah belum bisa memberikan yabg terbaik percayalah tanpa ayah juga ayah yakin kalian bisa tumbuh dan menjadi anak yang saleh dan salehah.

Untuk istriku terima kasih mohon maaf belum bisa menjadi ayah yang baik, perjuangan ini tetap akan kibarkan bendera putih dan bendera kuning sebagai pengorbanan kita untuk semuanya," ujarnya.

 

Aksi Percobaan Mengakhiri Hidup

Saksi mata di lokasi kejadian Uneng (53),mengatakan, ia melihat dua pria berbaju putih seperti sedang ribut.

"Saya coba dekati tahunya, ada pria berdarah lehernya dan pria satu lagi teriak teriak minta ada yang akhiri hidup," ujar Uneng.

Uneng mengaku tak berani mendekat setelah ada beberapa petugas satpam menolong.

"Sepertinya masih hidup, ketika ditolong satpam yang bajunya seperti polisi," ujar Uneng.

Hal yang sama diungkapkan satpam Balai Kota Bandung, Sandy.

Sebelum kejadian, dia mendengar ada orang berteriak teriak minta saat dihampiri karena ada laki-laki lehernya berlumuran darah di leher.

Menurut Sandy saat kejadian kebetulan mobil PMI Bandung melintas dan membawanya ke RSHS

Salah satu petugas PMI Kota Bandung, Andi Yoga Pratama jadi salah satu petugas yang mengangkut tubuh pria yang diduga melakukan percobaan akhiri hidup.

"Tadi saya angkut saja. Saat dicek di tubuhnya masih ad denyut nadi, mudah-mudahan enggak apa-apa," kata Andi Yoga Pratama di lokasi kejadian.

Dia menyebut identitas pria yang diduga melakukan percobaan bunuh diri itu bernama Gen Budile kelahiran 1982.

"Tadi identitasnya Gen Budi. Saat dicek penanganan petugas masih ada denyut nadinya masih ada.

Sekarang dbibawa ke RS Hasan Sadikin. Di tangan terlihat tidak ada senjata tajam. Untuk luka tadi kata polisi di leher sama di perut," kata Andi.

Rencana Kibarkan Bendera Putih

Gan Bonddilie itu sendiri sebelumnya sempat berencana mengibarkan bendera putih sebagai tanda protes terhadap kebijakan penerapan PPKM Darurat hingga berlanjut pada PPKM Level 4 yang saat ini berlangsung hingga 9 Agustus.***