Polisi Ringkus Lima Bandar Narkoba Pemasok Kalangan Jetset

Polisi Ringkus Lima Bandar Narkoba Pemasok Kalangan Jetset
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi . (cnnindonesia.com)

WJtoday, Jakarta - SATUAN Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat meringkus lima bandar narkoba pemasok untuk kalangan jetset atau elite. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan kelima bandar itu ditangkap di wilayah Jakarta. Salah satunya di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 

"Kami duga, berdasarkan penyidikan kami ini, (narkoba) digunakan oleh kalangan-kalangan tertentu, kaum-kaum jetset, kalangan-kalangan elite," kata Hengki di Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (10/7/2021).

Hengki belum menjelaskan secara detail pengungkapan kasus para bandar narkoba untuk kalangan elite ini. Namun, Hengki menyebut sudah memetakan para pengguna narkoba dari kelima bandar tersebut. 

Dia pun menegaskan pihaknya tak segan untuk menangkap para pengguna jika kedapatan masih mengonsumsi narkoba.

"Kami sudah gambarkan, petakan tinggal tunggu saja, kalau masih ada yang menggunakan tunggu waktu akan kami tangkap," tutur Hengki. 

Lebih lanjut, Hengki menuturkan bahwa pihaknya tidak akan lengah untuk terus mengusut kasus peredaran narkoba di masa pandemi Covid-19. Meskipun, saat ini kepolisian juga harus fokus untuk turut serta menangani pandemi dan mensukseskan program vaksinasi Covid-19. 

"Tetap ada tim kami siaga untuk mengungkap ini," tegasnya.  

Selain itu, dia juga mengaku tak ada perlakuan khusus bagi pasangan selebritas Nia Ramadhani-Ardi Bakrie yang terjerat kasus narkoba. Pernyataan ini disampaikan terkait informasi yang berkembang di masyarakat bahwa ada perlakuan khusus yang diberikan kepada Nia dan Ardi. 

Misalnya, tak dihadirkan saat konferensi pers pengumuman tersangka. Hengki menuturkan, saat konferensi pers pertama pada Kamis (8/7) lalu, Nia dan Ardi serta sopirnya ZN tak dihadirkan lantaran sedang menjalani tes darah dan rambut.

"Kami perlu meluruskan berbagai misinformasi yang selama ini terjadi bahwa ada perlakuan yang berbeda terhadap tersangka," kata Hengki.

"Saat rilis pertama saat itu tersangka sedang dibawa ke labkesda untuk diadakan pemeriksaan rambut dan darah mengingat ini adalah kasus yang menjadi sorotan publik. Selain urine kami pastikan pemeriksaan rambut dan darah," tambahnya menjelaskan.  ***