Polisi Pastikan Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Terjadi Gegara Korsleting Listrik

Polisi Pastikan Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Terjadi Gegara Korsleting Listrik
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat./Instagram

WJtoday, Tangerang - Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya menyimpulkan bahwa kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang karena korsleting listrik.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menjelaskan, berdasarkan keterangan beberapa ahli, korsleting listrik terjadi karena kabel di Lapas tidak sesuai kapasitas yang digunakan.

"Itu terjadi karena adanya kapasitas yang tidak sesuai antara arus listrik, hambatannya yaitu berupa kabel, pengantarnya berupa kabel dan beban yang sangat berat, beban yang sangat berat dipasang oleh kapasitas kabel yang tidak sesuai, mengakibatkan arus listrik tidak terkendali dengan hambatannya," ungkap Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/9/2021).

Selain itu, Tubagus mengatakan, instalasi listrik di Lapas Kelas 1 Tangerang tidak rapi alias acak-acakan. Terlebih, arus listrik tidak dikontrol melalui Miniatur Circuit Break (MCB).

"Biasanya kalau sudah masuk pada MCB ketika terjadi percikan, ketika terjadi korsleting arus tidak terkendali, maka MCB akan turun," imbuhnya.

Masih kata Tubagus, api cepat menjalar karena di dalam Lapas terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar.

"Ketersediaan oksigennya ada, ada sumber panasnya, dan yang ketiganya ada bahan bakar yaitu triplek yang ada di atas sambungan sambungan tadi, sehingga itulah kemudian terjadinya kebakaran," bebernya.

Tubagus menjelaskan, bila melihat penyebab kebakaran tadi maka disimpulkan bahwa tragedi maut yang menewaskan puluhan orang itu bukan karena unsur kesengajaan.

"Sampai sejauh ini penyidik belum menemukan adanya unsur kesengajaan, oleh karena itu maka dalam gelar perkara, para penyidik dan juga yang terkait sepakat bahwa tidak ada unsur kesengajaan, tetapi adalah karena kelalaiannya," ujarnya.

"Lalainya, dipasang aliran listrik yang tidak sesuai dengan ketentuan, dengan alat yang tidak tepat, dan juga dipasang oleh bukan orang yang profesional seharusnya," imbuhnya.

Tubagus mengatakan, sementara penyidik telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang. Para tersangka masing-masing berinisial JMN, PBB dan RS.

JMN merupakan warga binaan lapas yang memasang instalasi listrik. Padahal dia tidak memiliki kemampuan di bidang tersebut.

PBB merupakan pegawai lapas yang bertanggungjawab atas pemasangan instalasi listrik. PBB yang menyuruh JMN untuk memasang instalasi listrik.

RS adalah Kepala Sub Bagian Umum Lapas Kelas I Tangerang sekaligus atasan dari PBB.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan 56.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang terjadi pada Rabu (8/9) dinihari. Kejadian ini menewaskan 49 orang narapidana, diantaranya 41 meninggal di lokasi kejadian dan delapan orang meninggal setelah dirawat di RSUD Tangerang.***