Polisi Diminta Serius Tangani Judi Togel yang Tengah Marak di Jawa Barat

Polisi Diminta Serius Tangani Judi Togel yang Tengah Marak di Jawa Barat

WJtoday, Bandung - Kepolisian beserta aparat berwajib diminta serius dalam menangani dugaan maraknya judi togel di Jawa Barat (Jabar). Selain merugikan masyarakat, praktik haram tersebut juga rawan mengundang kerumunan. 

Terlebih, sejumlah masyarakat juga mendukung agar praktik tersebut segera ditindak. Seperti halnya keluhan judi togel marak disampaikan melalui spanduk dan tulisan-tulisan yang tersebar di Bandung. 'Togel Biangnya Covid-19 di Jabar. Basmi dan berantas togel, setiap malam berkumpul'.

Selain itu, spanduk serupa terlihat di sejumlah lokasi di Kota Bandung seperti Jalan Pasirkaliki, Sukajadi, Lodaya, Peta, Sorkarno-Hatta, Cihampelas, dan Cipaganti. Belum diketahui siapa pemasang spanduk tersebut. 

Anggota DPRD Jawa Barat Syahrir mengatakan, kepolisian harus lebih tegas dengan segera menindak perjudian tersebut. Dia menyadari belakangan ini di Jawa Barat banyak terjadi perjudian togel.  

"Ini masalah serius, bisa merusak generasi bangsa. Apalagi kondisi sedang terpuruk seperti ini," kata Syahrir saat dihubungi, Senin (26/7/2021).  

Seharusnya, kata dia, di tengah pandemi ini masyarakat berintrospeksi dengan tidak berbuat kemaksiatan. 

"Harusnya kita banyak berdoa dan bertobat, agar pandemi ini segera berakhir," katanya. 

Oleh karena itu, Syahrir kembali meminta aparat penegak hukum agar lebih serius dalam menangani persoalan ini.  

"Semoga bisa segera diselesaikan persoalan judi togel di seluruh kota kabupaten di Jawa Barat. Semoga ada keseriusan dalam menumpas segala bentuk kemaksiatan di Kota Bandung," ujarnya. 

Pemerhati sosial dan kebijakan publik, Yayat Sudrajat, menilai, kepolisian kurang serius dalam memberantas judi toto gelap ini. Pasalnya, hingga saat ini praktik tersebut terus berlangsung dan terkesan tidak bisa disentuh aparat penegak hukum. 

Selain online, lanjut Yayat, parahnya lagi judi togel tersebut digelar secara offline di lapak-lapak judi sehingga mengundang kerumunan orang.  

"Padahal sekarang ini kan kita dihantui pandemi virus corona. Dengan dalih apapun, judi togel ini adalah tindakan pidana. Kenapa togel seolah dibiarkan," katanya. 

Dia pun merujuk pasal 27 ayat (2) dan pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menegaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan informasi bermuatan judi dapat dipidana penjara maksimal 6 tahun atau denda Rp1 miliar.  

"Banyaknya judi togel ini terlihat dari kritik dan keluhan yang disampaikan masyarakat. Namun kritik dan keluhan masyarakat seolah tidak mendapatkan tanggapan dari aparat penegak hukum," ucapnya. ***