Polemik Vaksin AstraZeneca, Ridwan Kamil: Lahir Batin Tanggung Jawab Pusat

Polemik Vaksin AstraZeneca, Ridwan Kamil: Lahir Batin Tanggung Jawab Pusat
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

WJtoday, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan pemerintah tingkat daerah tak akan memilah-milah vaksin corona yang didistribusi pemerintah pusat. Begitu pula, soal vaksin Astrazeneca yang dinyatakan memiliki kandungan enzim babi.

Menurutnya, kelayakan vaksin itu untuk didistribusikan ke daerah jadi tanggung jawab pemerintah pusat.

"Namanya merek dan distribusi bukan kewenangan daerah, kewenangan daerah mah menerima saja. Pas dibuka ternyata Sinovac, pas dibuka AstraZeneca, kita tidak akan memilih-milih karena kewenangan halal dan haram juga MUI pusat kemudian kewenangan aman juga BPOM, jadi tanggung jawab lahir batinnya ada di pusat," kata dia di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Senin (22/3).

Gubernur yang akrab disapa Emil itu pun menyatakan, tugas dari pemerintah daerah ialah menyukseskan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah pusat. Jika vaksin AstraZeneca sudah dikirimkan, maka pemerintah pusat memang sudah meyakini vaksin itu halal dan aman digunakan masyarakat.

"Kalau sudah dikirim AstraZeneca berarti di pusat sudah meyakini itu halal dan boleh dan itu aman. Kami mah seneng aja, semakin banyak yang divaksin kan semakin bagus," ucap dia.

Sejauh ini, Emil mengaku belum menerima laporan soal adanya distribusi vaksin AstraZeneca ke Jabar. Sejauh ini, vaksin yang diterima masih jenis Sinovac. Pada tahap dua vaksinasi, ditargetkan dapat menyasar 6,6 juta warga Jabar yang terdiri dari pelayan publik, lansia, hingga pedagang pasar.

"Saya belum ada laporan semua yang saya baca masih Sinovac karena jatah yang dulu kan belum habis," pungkas dia.

BPOM menyatakan vaksin AstraZeneca dapat digunakan di Indonesia dan mengantongi izin penggunaan darurat (EUA).

BPOM menyatakan vaksin AstraZeneca tidak terkait dengan risiko pembekuan darah atau kejadian penggumpalan darah secara keseluruhan (tromboemboli) pada mereka yang menerima vaksin.

Namun, vaksin ini sempat menuai polemik karena MUI menyatakan AstraZeneca mengandung enzim yang berasal dari babi. Namun, MUI menyatakan vaksin AstraZeneca masih boleh digunakan.

Sementara Presiden Jokowi mengarahkan vaksin buatan Inggris-Swedia ini bisa mulai didistribusikan ke daerah pada hari ini.***