Polda Metro Tolak Laporan Aktivis Prodem Terhadap Luhut dan Erick Thohir

Polda Metro Tolak Laporan Aktivis Prodem Terhadap Luhut dan Erick Thohir
Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule memberikan keterangan terkait pelaporan Luhut Binsar dan Erick Thohir soal Bisnis PCR di Polda Metro Jaya, Senin (15/11/2021)./twitter

WJtoday, Jakarta - Laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pro Demokrasi alias Prodem terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ke Polda Metro Jaya ditolak. Mereka menuding keduanya terlibat dalam bisnis tes PCR.

Ketua Majelis ProDem, Iwan Sumule mengatakan penyidik meminta mereka membuat surat pemberitahuan terlebih dahulu ke pimpinan Polda Metro Jaya sebelum membuat laporan.

"Baru kali ini ada kelompok masyarakat ingin melakukan pengaduan atas dugaan tindak pidana yang dilakukan penyelenggara negara harus membuat surat dulu ke pimpinan Polda," ujar dia di depan Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada Senin (15/11/2021).

Iwan beranggapan prosedur itu seharusnya tidak diperlukan manakala seseorang membuat laporan ke polisi. Menurut Iwan, apa yang hendak mereka lakukan bukanlah rencana audiensi ataupun demonstrasi yang memerlukan surat pemberitahuan. 

"Masa kami harus bikin surat dulu. Kami dalam hal ini bukan rangka audiensi dengan pimpinan Polda," tutur dia.

Baca Juga : Luhut dan Erick Thohir Dilaporkan ke Polda Metro, Aktivis Prodem Sebut Pegang Bukti Praktik Nepotisme

Dalam laporannya, Prodem menuding Luhut dan Erick Thohir melanggar Pasal 5 Angka 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Luhut nampak tak ambil pusing soal tersebut dan bersedia untuk diaudit. Ia menyinggung soal tudingan terhadap dirinya dalam konteks bisnis PCR harus dilandasi dengan data.

"Kita juga harus belajar untuk bicara itu dengan data. Jangan pakai perasaan atau rumor. Itu kan kampungan kalau orang bicara katanya-katanya. Kan capek-capekin aja. Hanya untuk mencari popularitas. Paling diaudit selesai," kata Luhut.

Dugaan Luhut dan Erick Thohir terlibat bisnis PCR mulanya diungkap oleh eks Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto.

Kata Edy, keterlibatan Luhut ini lewat PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Sedangkan Erick Thohir dikaitkan dengan Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Perusahaan itu dipimpin oleh saudara Erick, Boy Thohir.***