PKS Duga TWK Akal-akalan untuk Singkirkan Pegawai KPK Berprestasi

PKS Duga TWK Akal-akalan untuk Singkirkan Pegawai KPK Berprestasi
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Mardani Ali Sera (Jawa Pos)

WJtoday, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mengambil langkah politik untuk memulihkan nama 75 pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Mardani Ali Sera.

Mardani membandingkan perlakuan negara terhadap pegawai KPK dengan para narapidana korupsi. 

"Miris jika melihat labelling merah yang dialamatkan pegawai-pegawai. Mereka yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun hanya dinilai dalam tiga jam. Sementara koruptor masih dibina dan diberikan penyuluhan anti korupsi jika melihat program penyuluhan bagi napi koruptor," kata Mardani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Menurut Mardani, Jokowi memiliki peran besar agar 75 pegawai KPK tetap dipertahankan posisinya.

"Penting untuk memulihkan nama baik dan memastikan mereka punya kesempatan melaksanakan amanah reformasi dalam memberantas korupsi," tegasnya pula.

Baca juga: Mahfud MD Duga Koruptor Jadi Dalang di Balik Upaya Perobohan KPK

Baca juga: Kaitkan TWK KPK dengan Kontestasi Politik 2024, Berikut Analisis Febri Diansyah

Mardani berpendapat, TWK hanyalah akal-akalan semata untuk menyingkirkan pegawai yang berprestasi. Belum lagi terkait siapa yang menjadi pewawancara pada saat tes TWK dilakukan. 

"Karena menurut berbagai informasi, para pewawancara tersebut tidak memperkenalkan diri saat memulai wawancara dan beberapa pertanyaannya pun banyak yang kontroversial. Siapa yang bertanggung jawab?," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Mardani, Jokowi harus memiliki kemauan politik agar polemik TWK pegawai KPK tidak berlarut-larut. 

"Ambil tindakan Pak Jokowi. Jangan biarkan energi bangsa terkuras untuk mengoreksi/merespon kebijakan seperti ini,"  tandasnya.  ***