Pinangki Beli Tunai Mobil BMW Seharga Rp1,7 M, Tak Mau Lapor PPATK

Pinangki Beli Tunai Mobil BMW Seharga Rp1,7 M, Tak Mau Lapor PPATK
Pinangki Sirna Malasari
Westjavatoday,- Sales PT Astra International BMW Cabang Cilandak Yenny Pratiwi membenarkan Pinangki Sirna Malasari membeli BMW SUV X5 dengan harga Rp1,709 miliar pada Desember 2019.

Pembelian itu dilakukan secara tunai keras melalui rekening Pinangki. Pembelian mobil itu, kata Yenny, tidak dilaporkan Pinangki ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Padahal, ia mengatakan pernah menawarkan Pinangki mengisi formulir pelaporan PPATK.

“Terdakwanya keberatan (melapor ke PPATK),” kata Yenny yang hadir sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait dengan pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) terpidana korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. 

Yenny mengatakan pelaporan PPATK tidak wajib dilakukan, terlebih apabila pembeli merasa keberatan. Ia menyebut selama ini belum pernah menerima penyuluhan hukum dari PPATK tentang pencegahan tindak pindana korupsi. 

“Kalau customer keberatan kami tidak memaksa,” jelas Yenny. 

Menanggapi kesaksian Yenny, Pinangki mengatakan telah melaporkan pembelian mobil BMW X5 ke PPATK. Pelaporan tersebut juga dilakukan terhadap mobil-mobilnya yang lain. 

Saksi lainnya, in-house Marketing Apartemen Essence Darmawangsa, Shinta Kusriatin, mengungkap biaya sewa apartemen terdakwa Pinangki dalam setahun mencapai US$4.000.

Pembayaran itu dilakukan secara tunai. Shinta menjelaskan Pinangki telah menyewa apartemen itu sejak 2016. 

Selama dua tahun, Pinangki mendiami apartemen berukuran 185 meter persegi. Semenjak 2018, Pinangki memutuskan pindah ke unit yang lebih besar, yakni berukuran 269 meter persegi. 

Pengeluaran Pinangki dalam jumlah fantastis juga diungkapkan dokter Olivia Santoso. Dokter kesehatan keluarga dan kecantikan itu mengungkapkan biaya kesehatan Pinangki mencapai sekitar Rp111,15 juta dalam periode April sampai Juli 2020. 

Sekali datang, Olivia menyebut menerima bayaran Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. 

“Kalau malam atau weekend Rp500 ribu, suntik alergen, suntik vitamin, suntik botok, kolagen, itu untuk kerutan. Untuk kesehatan kulit, misalnya, bila ada yang tidak simetris,” ujar Olivia. 

Selama pandemi covid-19, Pinangki kerap meminta jasa Olivia untuk melakukan pemeriksaan tes cepat. Pinangki meminta khusus kepada Olivia alat tes yang digunakan harus buatan Korea Selatan dengan biaya berkisar antara Rp9 juta dan Rp19 juta.***