Perwakilan Mantan Pegawai KPK Bertemu Polri, Ini yang Dibahas

Perwakilan Mantan Pegawai KPK Bertemu Polri, Ini yang Dibahas
ilustrasi Mantan Pegawai KPK./Twitter

WJtoday, Jakarta - Sejumlah perwakilan mantan pegawai KPK yang dipecat Firli Bahuri sudah bertemu dengan dengan Polri. Pertemuan itu terkait dengan tawaran dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit kepada para mantan pegawai KPK itu untuk menjadi ASN Polri.

Perwakilan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memenuhi undangan Polri, terkait tawaran untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Senin (4/10/2021) kemarin. Pertemuan itu berlangsung di Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polri, sekitar pukul 15.15 WIB.

Mantan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Giri Suprapdiono, menjadi salah satu perwakilan yang hadir. AsSDM Kapolri Irjen Pol Wahyu Widada hingga Koorsahli Kapolri Irjen Eko Indra menjadi perwakilan Polri dalam pertemuan tersebut.

Menurut Giri, pertemuan pada Senin kemarin baru sebatas pertemuan awal. Ia menyebut akan ada pertemuan selanjutnya antara para mantan pegawai KPK dengan Polri.

"Sama dengan yang disampaikan Bapak Irjen Argo, pertemuan ini masih dilakukan pembicaraan awal belum ke substansi. Pertemuan awal ini akan dilanjutkan dengan pertemuan lanjutan," ujar Giri kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

"Kami bersembilan sedangkan dari Polri ada beberapa Pati dan staf, dipimpin oleh Bapak Irjen Pol Wahyu Widada," sambungnya.

Hal senada disampaikan mantan pegawai KPK lainnya, Farid Andhika, yang ikut hadir dalam pertemuan. Ia menyebut pertemuan kemarin belum membahas teknis penawaran Kapolri.

Menurut dia, salah satu yang dibahas ialah apakah penawaran Kapolri itu pun terkait dengan rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman mengenai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

"Belum ada materi pembahasan karena memang belum tahu seperti apa rencana detail dari Pak Kapolri. Terkait sikap rasanya sama dengan di atas, dan rasanya kami perlu tahu juga apakah ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi ORI, Komnas HAM, dan putusan MA yang menyerahkan tindak lanjut TWK menjadi kewenangan Pemerintah," ungkap Farid yang terakhir bertugas di Direktorat Pengaduan Masyarakat KPK.

"Tidak ada yang spesifik, rasanya ndak perlu juga saya jelaskan isinya perkenalan, dan bercerita tentang TWK. Iya, akan ada lanjutan pertemuan dan menunggu undangan resmi dari Polri," lanjut dia.

Secara terpisah, mantan pegawai KPK Farid Andhika membeberkan hasil pertemuannya dengan Polri. Dia mengaku, pertemuannya dengan Polri belum membahas secara subsntantif terkait tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berencana mengangkat 57 mantan pegawai KPK menjadi ASN di Polri.

“Pertemuan kemarin baru pertemuan awal sebagai tindak lanjut dari statement Pak Kapolri, dan belum ada pembahasan substantif,” kata Farid dikonfirmasi, Selasa (5/10/2021).

Farid pun menyampaikan, mantan pegawai KPK belum memberikan respon terkait minatnya untuk mengamini tawaran Kapolri tersebut. Sebab sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui secara rinci terkait tawaran menjadi ASN di Polri.

“Belum ada materi pembahasan, karena memang belum tahu seperti apa rencana detail dari Pak Kapolri,” ucap Farid.

Dia mengutarakan, pertemuan itu juga untuk memastikan apakah tawaran Kapolri tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Ombudsman RI dan Komnas HAM yang sebelumnya menyatakan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) maladministrasi dan melanggar HAM. Karena 57 pegawai KPK itu dipecat dengan dalih tidak memenuhi syarat asesmen TWK.

“Kami perlu tahu juga apakah ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi ORI, Komnas HAM dan putusan MA yang menyerahkan tindak lanjut TWK menjadi kewenangan Pemerintah,” ungkap Farid.

Meski demikian, Farid mengakui ke depan akan ada pertemuan lanjutan antara mantan para pegawai KPK dengan Polri. Tetapi belum ditentukan kapan pertemuan lanjutan tersebut.

“Akan ada lanjutan pertemuan dan menunggu undangan resmi dari Polri,” papar Farid.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pertemuan dengan perwakilan eks pegawai KPK itu dilakukan di Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polri. Argo mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, eks pegawai KPK diwakili oleh sembilan orang.

“Ada Mas Farid, ada Mas Chandra, Mas Feri, Mas Giri dan sebagainya di sana,” ucap Argo, Senin (4/10/2021).

Pertemuan antara Polri dengan para mantan pegawai KPK yang ditawari bergabung ini tidak akan dilakukan hanya sekali saja. Pada pertemuan selanjutnya, Polri bahkan berencana mengundang ahli.

“Ini nanti kita bertahap, kita akan berkomunikas kembali, pertemuan lagi dan kita melibatkan ahli. Jadi harapan sesegera mungkin untuk bisa mencapai keputusan, itu intinya tadi,” pungkas Argo.***