Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun 82 Persen

Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun 82 Persen
Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun 82 Persen
WJtoday - Sebanyak 34.597 pergerakan pesawat terlayani di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada periode Januari - Maret 2020. 

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado menjelaskan, selama tiga bulan terakhir, sebanyak 4.667.306 penumpang tercatat keluar masuk Pulau Bali melalui pintu udara. 

Ia mengakui, terjadi penurunan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Tahun 2019, sebanyak 5.397.499 penumpang dan 36.519 pergerakan pesawat udara terlayani dalam tiga bulan pertama. 

“Pada periode Januari-Maret 2020 ini, kami mencatat adanya penurunan penumpang dan pergerakan pesawat udara jika dibanding dengan catatan di periode yang sama di tahun 2019 lalu. Terdapat selisih 730.193 penumpang dan 1.922 pergerakan pesawat, atau turun masing-masing sebesar 16% untuk pergerakan penumpang, dan 5,6% untuk pergerakan pesawat udara. Penurunan yang cukup tajam, terutama diakibatkan oleh pandemic global COVID-19," ungkapnya kepada wartawan di Bandara Ngurah Rai, Jumat (10/4/2020).

Dari pencatatan trafik bulan Maret 2020, penumpang terlayani sebanyak 985.921 jiwa, yang diangkut 9.231 pesawat. Sementara dibulan Maret 2019, tercatat 1.793.875 penumpang dan 12.167 pergerakan pesawat. Angka itu mengalami penurunan 82% untuk penumpang, dan pergerakan pesawat tereduksi 32%. 

“Untuk data di bulan Maret 2020 ini, kami mencatat terdapat penurunan penumpang dan pergerakan pesawat yang cukup drastis. Penumpang dari rute internasional yang mengalami penurunan terbesar di bulan Maret lalu, dari sejumlah 1.025.098 penumpang di bulan Maret 2019, menjadi 473.312 penumpang di bulan Maret 2020. Terdapat selisih sebanyak 551.786 jiwa, atau turun sebesar 117%," ujar Herry.

"Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor, antara lain karena aturan pembatasan yang dikeluarkan pemerintah terhadap penumpang dengan kondisi tertentu, penerapan kebijakan lockdown dari pemerintah beberapa negara, serta penghentian sementara operasional penerbangan rute tertentu. Untuk penumpang rute domestik bulan Maret 2020 pun mengalami penurunan, yakni sebesar 50%," lanjutnya.

Sedangkan pergerakan pesawat bulan Maret 2020, dengan jumlah 3.547 rute internasional dan 5.687 rute domestik. Angka itu turun 63% untuk rute internasional dan 12% rute domestik, jika dibandingkan Maret 2019. 

"Saat ini, banyak sektor di dunia yang terdampak dari pandemi virus corona. Salah satu yang terkena dampak yang cukup signifikan adalah di sektor penerbangan. Saya rasa hampir seluruh bandar udara di dunia turut mengalami penurunan jumlah pergerakan penumpang dan pesawat udara. Meski demikian, kami bertekad bahwa pelayanan terhadap pengguna jasa bandar udara tetap harus diutamakan, terlepas dari jumlah penumpang," pungkasnya.***