Perdana Menteri Haiti Diduga Terlibat Pembunuhan Presiden Jovenel Moise

Perdana Menteri Haiti Diduga Terlibat Pembunuhan Presiden Jovenel Moise
Insiden Pembunuhan Presiden Jovenel Moise./Reuters

WJtoday, Haiti - Kepala Jaksa Penuntut di Haiti Bed-Ford Claude meminta hakim agar mengawasi investigasi terhadap kasus pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise, yang mendakwa Perdana Menteri Haiti Ariel Henry atas kemungkinan melakukan pembunuhan Moise. 

Jaksa juga memerintahkan imigrasi agar tidak membiarkan Henry meninggalkan negara itu.

Permintaan itu disampaikan Claude melalui sepucuk surat kepada hakim Garry Orelien. Claude mencatat Perdana Menteri Henry berkomunikasi lewat telepon dua kali dengan terduga pembunuh utama Presiden Moise.

Baca Juga : Istri Presiden Haiti Mengaku Dirinya Bisa Selamat dari Tragedi Pembunuhan

Peristiwa pembunuhan pada Presiden Moise terjadi pada 7 Juli 2021. Terduga pembunuh utama Presiden Moise, yakni mantan pejabat di Kementerian Kehakiman Haiti yang pernah dibela oleh Henry, sekarang dalam pengejaran.

“Henry harus dilarang meninggalkan negara lewat udara, laut dan jalan karena ada praduga serius terkait pembunuhan Presiden,” kata Claude.

Chenald Augustin, yang bekerja di kantor Perdana Menteri Haiti bidang komunikasi, menolak berkomentar mengenai hal ini. Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Perdana Menteri Henry menolak dakwaan terhadapnya dan menyebutnya penuh muatan politik.

Presiden Moise ditembak mati di kediaman pribadinya di Port-au-Prince. Peristiwa pembunuhan ini telah membuat Haiti semakin terperosok dalam kemiskinan dan sebuah kevakuman politik.***

Baca Juga : Presiden Haiti Ditembak Mati Orang tak Dikenal di Kediaman Pribadinya