Penyelenggaraan Haji 2020 Ditiadakan, Garuda Indonesia Cari Strategi Agar Tidak Merugi

Penyelenggaraan Haji 2020 Ditiadakan, Garuda Indonesia Cari Strategi Agar Tidak Merugi
Penyelenggaraan Haji 2020 Ditiadakan, Garuda Indonesia Cari Strategi Agar Tidak Merugi
WJtoday - Keputusan pemerintah untuk membatalkan keberangkatan calon jemaah haji Indonesia tahun ini akan berdampak bagi sektor pendapatan penerbangan dalam negeri. Salah satu maskapai yang akan mengalami penurunan pendapatan adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra mengatakan sedang menyiapkan strategi lain untuk membantu kinerja keuangan perseroan, setelah penerbangan haji tahun 2020 dibatalkan. 

Sebelumnya, Pembatalan haji 2020 Indonesia sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 494 Tahun 2020. Menag menyatakan pembatalan pengiriman jamaah haji ini merupakan keputusan yang sangat berat, namun keselamatan warga negara menjadi dasar yang utama.

"Sungguh ini keputusan yang cukup pahit dan sulit. Di satu sisi kita bersama telah berusaha dengan segala upaya untuk menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sebagai perwujudan tugas pembinaan dan pelayanan. Tapi di sisi lain kita juga memikul tanggung jawab memberikan perlindungan bagi jamaah dan petugas haji," jelas Menteri Agama Fachrul Razi.


Tentunya, pembatalan haji 2020 ini pun berdampak pada Garuda Indonesia, yang menjadi salah satu maskapai yang memberangkatkan jamaah. Irfan mengatakan, pihaknya pun akan mengikuti apa yang sudah jadi keputusan pemerintah dengan tetap mencari strategi lain untuk membantu kinerja keuangan perseroan. 

Jadi makin berat keuntungan kita, karena itu kita sedang siapkan langkah agar tidak menelan kerugian yang cukup dalam," ujar Irfan.

Senada dengan Irfan, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, konsekuensi dari pembatalan haji tahun ini membuat maskapai Garuda Indonesia mengalami kerugian yang cukup dalam. 

Ini konsekuensinya, banyak penerbangan akan mengalami kerugian karena pembatalan haji tahun ini. Salah satunya Garuda Indonesia," ujar Arya dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6/2020). 

Meski begitu, kata Arya, bukan saja maskapai penerbangan dalam negeri yang mengalami kerugian, namun di beberapa negara juga mengalami hal serupa. Pasalnya, keberangkatan jemaah haji biasanya melibatkan beberapa maskapai baik dalam negeri dan luar negeri.

Semua negara mengalami kerugian karena kan maskapai juga ikut melakukan penerbangan haji," katanya. ***