Penting Mengubah Perilaku Masyarakat, Jangan Hanya Kejar Predikat Kabupaten/Kota Sehat

Penting Mengubah Perilaku Masyarakat, Jangan Hanya Kejar Predikat Kabupaten/Kota Sehat
Anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar, H. Syahrir, SE, M.Ipol

WJtoday, Bandung - Pemda Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota di Jawa Barat yang telah berhasil mendapatkan penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional tahun 2021 dari Pemerintah Pusat.

Lima kabupaten/kota tersebut yakni Kabupaten Sukabumi meraih Swasti Saba Wistara dengan tujuh tatanan (tertinggi), Kabupaten Sumedang meraih Swasti Saba Wiwerda dengan empat tatanan, Kabupaten Bandung, Kabupaten Majalengka, dan Kota Sukabumi meraih Swasti Saba Padapa dengan dua tatanan wajib.

Anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar, H. Syahrir, SE, M.Ipol mengatakan kota sehat bisa terwujud atas kepedulian, dukungan, keberpihakan pemerintah daerah serta terjalinnya sinergitas diantara seluruh warga dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerahnya masing-masing.

"Tapi kami berharap mudah-mudahan kedepannya jumlah kabupaten/kota sehat di Jabar semakin meningkat," Imbuhnya.

Syahrir juga mengharapkan daerah yang belum masuk nominasi atau penghargaan tersebut, agar terus berkolaborasi bagaimana melakukan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengangkat kesejahteraan, baik fisik atau batin.

"Untuk mewujudkan harapan tersebut, program yang selama ini dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jabar untuk mewujudkan Kota/Kabupaten sehat harus terus dilanjutkan baik dari sisi program pendampingan maupun pembinaan." Ungkap Syahrir

Syahrir  mengatakan banyak indikator untuk menilai Kota/Kabupaten sehat. Indikator itu, berkorelasi dengan kondisi masyarakat serta lingkungan.

Dia juga menekankan jangan hanya sekadar mengejar penghargaan tapi bagaimana kita benar-benar mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat

Syahrir yang merupakan angggota DPRD Jabar dari Dapil Kabupaten Bekasi, menilai bagi Kabupaten Bekasi, yang melekat sebagai daerah industri juga harus didorong agar terus mewujudkan perbaikan lingkungan industri yang sehat

Pihaknya menilai menilai banyak faktor yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat kabupaten Bekasi mulai dari sampah, limbah, kekurangan air bersih, dan banjir.
        
"Masalah-masalah tersebut punya dampak langsung terhadap kualitas kesehatan," katanya.

Kabupaten Bekasi, ungkap Syahrir, juga merupakan daerah yang berdekatan dengan Ibukota DKI Jakarta.

Hal yang dibutuhkan untuk mewujudkan Kabupaten sehat, diantaranya lalu lintas dan transportasi yang sehat.

Kabupaten Bekasi, sebagai daerah industri, juga ditandai tingginya urbanisasi masyarakat, yang mencari pekerjaan di kawasan industri, sehingga kebutuhan permukiman juga meningkat. Untuk mengatasi persoalan tersebut political Will program perbaikan kawasan kumuh harus dilakukan.

Kabupaten Bekasi bebas dari kawasan kumuh membutuhkan pendampingan dari Pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam menyiapkan program berikut anggaran untuk penataan kawasan kumuh.

Selanjutnya, ujar Syahrir fasilitasi sarana umum yang menunjang kualitas kesehatan masyarakat diantaranya MCK dan air bersih juga harus menjadi perhatian

"Mewujudkan kabupaten sehat sangat penting, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang kesehatan merupakan hal yang utama," pungkasnya.

Sebagai Informasi Anugerah Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat merupakan bentuk apresiasi penghargaan Pemerintah Pusat, di mana Kementerian Kesehatan sebagai pembina teknis dan Kementerian Dalam Negeri sebagai pembina umum dan tim terdiri atas kementerian lainnya yang terkait.

Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota yang memiliki komitmen dan capaian dalam tatanan kawasan sehat yang mencakup kesiapan pemukiman, sarana dan prasarana umum, masyarakat sehat yang mandiri, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan sosial yang sehat, sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, serta industri dan perkantoran sehat.

Pengelolaan tatanan wilayah seperti sarana prasarana, pelayanan publik, sektor perekonomian, pendidikan,dan lainnya menjadi bagian penting dan saling terkait dalam mendukung wilayah dan mutu kesehatan warga yang baik. Upaya peningkatan kesehatan menjadi tanggung jawab bersama dalam kemanusiaan.

Penghargaan ini diperoleh setelah memenuhi persyaratan yakni persentase cakupan Stop Buang Air Besar Sembarangan minimal 60 persen. Tahapan penting lainnya, berhasil lolos verifikasi dokumen dan lapangan oleh Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Pusat.

Pengelolaan tatanan wilayah seperti sarana prasarana, pelayanan publik, sektor perekonomian, pendidikan,dan lainnya menjadi bagian penting dan saling terkait dalam mendukung wilayah dan mutu kesehatan warga yang baik. Upaya peningkatan kesehatan menjadi tanggung jawab bersama dalam kemanusiaan.***