Penjelasan Ahli Soal Penyebab Paha Besar

Penjelasan Ahli Soal Penyebab Paha Besar

WJtoday, Jakarta - Beberapa bagian tubuh manusia seperti panggul, perut, bokong, hingga paha memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan area lainnya. Bagi banyak orang khususnya perempuan, paha besar dianggap dapat mengganggu penampilan.

Tak hanya itu saja, paha yang berukuran besar bisa menandakan obesitas yang pada akhirnya mengganggu kesehatan.

Dekan di College of Health and Human Performance di University of Florida, Patrick J Bird, menjelaskan penyebab paha besar adalah karena dorongan hormon yang menyimpan banyak lemak di beberapa area tubuh.

Menurutnya, sebagian besar perempuan memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi daripada laki-laki. Pada usia 25 tahun, misalnya, perempuan dengan berat badan sehat memiliki lemak tubuh hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki sehat.

Sejak lahir hingga usia enam tahun, jumlah dan ukuran sel lemak bertambah menjadi tiga kali lipat pada anak laki-laki dan perempuan, yang mengakibatkan peningkatan lemak tubuh secara bertahap.

Setelah usia delapan tahun, anak perempuan mulai mendapatkan massa lemak pada tingkat yang lebih besar daripada anak laki-laki.

Pada tahap selanjutnya, yakni antara usia enam tahun hingga remaja, ada sedikit atau bahkan tidak ada peningkatan jumlah sel lemak, baik untuk anak laki-laki dan perempuan. Hanya saja, pada anak-anak obesitas jumlah sel lemak dapat meningkat sepanjang masa kanak-kanaknya.

Selama usia remaja, tingkat peningkatan lemak pada anak perempuan hampir dua kali lipat dari anak laki-laki, dan ditandai dengan sel-sel yang lebih banyak dan lebih besar.

Umumnya peningkatan sel lemak terlihat di daerah gluteal-femoralis seperti panggul, bokong, paha, serta di payudara.

Bird memaparkan akumulasi lemak tubuh perempuan, sebagian besar disebabkan oleh perubahan kadar hormon.

"Setelah masa remaja, akumulasi lemak sedikit banyak berhenti, atau menurun secara dramatis. Pada perempuan dengan berat badan yang sehat, biasanya tidak ada peningkatan lebih lanjut dalam jumlah sel lemak. Sel lemak pada pria juga cenderung tidak berkembang biak setelah remaja," ungkap Bird dilansir dari Scientific American, Rabu (22/5/2006).

Lemak pada perempuan sebagai cadangan energi
Seperti yang diketahui kebanyakan perempuan, lebih sulit untuk menghilangkan lemak dari panggul, bokong, dan paha dibandingkan area lainnya.

Sel ini, kata Bird, meningkatkan aktivitas pelepasan lemak dan menurunkan kapasitas penyimpanannya. Pada saat yang sama, penyimpanan lemak meningkat di jaringan adiposa susu.

"Lemak yang disimpan di sekitar panggul, bokong, dan paha wanita tampaknya bertindak sebagai penyimpanan cadangan, untuk kebutuhan energi laktasi," imbuhnya.

Sehingga, dapat bermanfaat bagi perempuan yang kurang gizi.

Meski sel lemak membantu menyimpan cadangan energi, faktanya penumpukan lemak di pinggul, paha dan bokong dapat menimbulkan selulit. Selain itu, kegemukan juga membuat kulit menjadi lebih tipis dan kurang fleksibel seiring bertambahnya usia.

"Laki-laki cenderung menyimpan kelebihan lemak di daerah visceral, atau perut. Deposit ini tidak memiliki keuntungan fisiologis yang jelas. Sebaliknya, itu benar-benar berbahaya," ujar Bird.

"Perut buncit yang besar, di mana lingkar pinggang mulai melebihi lingkar pinggul, sangat terkait dengan peningkatan risiko penyakit arteri koroner, diabetes, peningkatan trigliserida, hipertensi, kanker, dan kematian," sambungnya.

Masalah lain bagi laki-laki yang berperut buncit adalah sakit punggung. Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan berat badan, pergeseran pusat gravitasi tubuh ke depan, dan kelemahan otot terutama otot perut.

Pada akhirnya, mereka berisiko mengalami kelengkungan di tulang belakang bagian bawah atau daerah pinggang, dan merasa sakit ketika mempertahankan posisi tegak.

Menghilangkan Perut Buncit Menurut Sains

Manfaat lemak tubuh
Bird menyampaikan, lemak sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, penyimpanan vitamin, jaringan otak, dan komponen struktural dari semua membran sel. Lemak pun merupakan bantalan untuk melindungi organ dalam, dan melindungi tubuh dari suhu dingin.

Namun, seiring bertambahnya usia, kebanyakan dari kita cenderung bertambah gemuk. Penambahan berat badan sekitar 10 persen biasanya terjadi selama memasuki usia yang lebih tua. Penyebabnya sendiri ialah penurunan laju metabolisme, maupun penurunan aktivitas fisik.

Terlalu gemuk bisa meningkatkan risiko penyakit tidak menular bahkan kematian dini. Oleh karena itu, penting mengelola dan mengontrol berat badan untuk menghindari obesitas yang membahayakan bagi kesehatan.***