Pengurus Lembaga Anti Doping Indonesia Harus Diberi Sanksi

Pengurus Lembaga Anti Doping Indonesia Harus Diberi Sanksi
Keberhasilan Indonesia rebut Piala Thomas 2021 tanpa pengibaran Merah Putih karena sanksi badan anti doping dunia WADA. (instagram)

WJtoday, Jakarta - Para pengurus Lembaga Anti-Doping Indonesia.(LADI) harus diberi sanksi, karena telah merusak martabat bangsa di mata internasional. 

Pengurus LADI dinilai ternyata tidak mampu berkomunikasi baik dengan World Anti-Doping Agency (WADA), yang berakibat tidak berkibarnya Merah Putih di event internasional.

Demikian penegasan Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin saat mengikuti rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi X DPR RI dengan LADI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021). 

Pihaknya merasa prihatin dengan kenyataan bendera Indonesia dilarang berkibar saat tim Thomas Cup Indonesia menjadi juara.

“Pengurus lama LADI harus diberi sanksi. Nama Indonesia dihancurkan dan tidak ada sanksi apapun. Merah Putih tidak boleh berkibar dan Indonesia tidak boleh jadi tuan rumah. Ini, kan, berat. Sudah buat kesalahan, kenapa tidak ada sanksi. Kalau perlu diberi sanksi hukum," tegas Djohar.

Dalam rapat tersebut terungkap, ada pergantian pengurus, sehingga LADI tidak bisa mengirim sampel hasil tes doping para atlet nasional Indonesia ke WADA. 

Sampai muncul pengurus baru, LADI belum mengirimkan juga hasil tes doping tersebut. Pengurus LADI lama harus bertanggung jawab dan tidak boleh dibiarkan tanpa sanksi.

"Kemenpora paling tahu sanksinya. Jangan dibiarkan kaya begini. Harga diri bangsa telah disobek-sobek," ujar Djohar. 

Dia mengaku prihatin dengan kondisi ini. Masalahnya, hanya pada soal komunikasi LADI. Untuk itu, ia berharap, agar pengurua LADI punya kemampuan berbahasa Inggris yang baik. 

Selain itu, LADI juga harus mengedukasi pengurus cabang olahraga tentang konsumsi apa saja yang dilarang bagi atlet.

Sanksi WADA Cermin Pemerintah tak Maksimal Dukung Olahraga

Sanksi World Anti-Doping Agency (WADA) bagi Indonesia merupakan cermin masih tidak maksimalnya dukungan pemerintah bagi olahraga nasional. 

Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) juga berkali-kali menjadi sasaran tembak, bagaimana bisa Indonesia terkena sanksi, larangan mengibarkan Merah Putih.

 "Sanksi yang diberikan kepada Indonesia merupakan salah satu wujud ketidakmaksimalan dukungan bagi para olahragawan yang berjuang mengibarkan merah putih di forum internasional," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti saat memimpin rapat.

Agustina juga menyayangkan bagaimana bisa Indonesia terkena sanksi dari WADA. Padahal, ke depan banyak event olahraga internasional yang melibatkan Indonesia sebagai tuan rumah. 

Dia menegaskan, prestasi yang ditorehkan para atlet nasional di ajang olahraga internasional merupakan bagian dari agenda diplomatik, selain sebagai kebanggaan nasional pula.

"Tidak diizinkannya Merah Putih berkibar pada seremoni kemenangan tim Thomas Cup Indonesia di Denmark sangat mengejutkan kita semua. LADI terkena saksi dari WADA yang mengakibatkan tidak diizinkannya Merah Putih dikibarkan di ajang olahraga internasional. Dan Indonesia juga tidak diizinkan menjdi tuan rumah di ajang regional mau internasional," ujarnya.

Untuk  itu, dia mendesak semua pihak menghormati perjuangan para atlet nasional yang meraih prestasi internasional. 

"Mereka wajib didukung dengan anggaran dan berbagai macam sarana prasarana termasuk yang bersifat administratif berupa dukungan perundang-undangan yang dapat melancarkan perjuangan olahragawan," ujar Agustina.  ***