Pengeras Suara Masjid Harus Seimbangkan Syiar dan Kenyamanan

Pengeras Suara Masjid Harus Seimbangkan Syiar dan Kenyamanan

WJtoday, Jakarta - Ijtima Ulama ke VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi ditutup, Kamis (11/11). Ada sejumlah fatwa dan pedoman yang dihasilkan dalam ijtima ulama kali ini.

Salah satu yang menjadi pembahasan, yakni soal pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahasan ini sangat penting untuk memberi panduan kepada umat dalam penggunaan pengeras suara.

"Bagaimana MUI terlibat di ijtima ulama memutuskan pedoman pengunaan pengeras suara di masjid dan musala. Ini kelihatan sepele tapi luar biasa dampaknya," kata pria yang karib disapa Gus Yaqut itu dalam penutupan Ijtima Ulama, Kamis (11/11).

Gus Yaqut mengatakan penggunaan pengeras suara merupakan wasilah tumbuhnya gairah keagamaan. Dengan adanya pengeras suara syiar akan lebih meluas.

"Orang tiap hari mendengarkan azan, ayat suci yang dibacakan tentu membuat hati tergerak," tutur dia.

Namun, di satu sisi harus ada pertimbangan dalam aspek kenyamanan warga sekitar. Gus Yaqut mengingatkan, Indonesia merupakan negara dengan berbagai keragaman termasuk agama.

"Dalam konteks ini, pedoman para ulama sangat penting untuk memberikan insight atau wawasan lebih luas untuk para pengelola masjid musala untuk supaya lebih bijaksana dalam menggunakan pengeras suara agar kenyamanan bersama ini tetap dijaga," jelas dia.

"Tapi di saat yang sama syiar dan menjadikan pengeras suara menjadi wasilah untuk dakwah kita bisa dijalankan bersama," ucap dia.***