Pengacara Tepis Soal Keterlibatan Istri Muda Pada Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

Pengacara Tepis Soal Keterlibatan Istri Muda Pada Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

WJtoday, Bandung - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat masih menjadi misteri. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk suami dan istri mudanya.

Yosef Hidayah, suami Tuti Suhartini sekaligus ayah Amel berusaha menepis kecurigaan publik soal keterlibatan dirinya.

Oleh karena itu Yosef melalui pengacaranya siap menghadirkan saksi untuk mematahkan kecurigaan tersebut.

"Ada alibi dari keberadaan Yosef ketika terjadi tindak pidana. Soal kecurigaan, saat ini semua saling curiga, tapi tanpa bukti ilmiah. Makanya saya sebagai penasehat hukum, mempercayakan semua pada penyelidikan Polres Subang," ucap pengacara Yosef Hidayah, Rohman Hidayat

Belakangan, tudingan kemudian mengarah kepada M, istri muda Yosep. Kakak korban, menyebut hubungan kedua istri Yosep tidak harmonis.

Rohman Hidayat, kuasa suami Yosep menepis dugaan itu. Dia menegaskan, hubungan M dengan korban istri tua Tuti biasa-biasa saja. Bahkan keduanya tidak pernah bertemu apalagi telepon.

"Jarang ketemu, pernikahan Pak Yosep itu dengan Ibu M sudah 12 tahun, tidak dipermasalahkan lagi. Bukan sehari dua hari, sebulan dua bulan," kata Rohman, dikutip dari merdeka.com, Sabtu (28/8).

Soal alasan tidak harmonis antara Yosep dan Tuti, Rohman membantahnya. "Yang jelas, rumah tangga ada cekcok wajar, apalagi dua istri. Kalaupun ada tidak harmonis itu tidak menjadi alasan untuk melakukan suatu tindakan. Jadi saya tidak melihat ada motif dari Pak Yosep untuk melakukan itu," ujarnya.

Rohman menuturkan, malam sebelum kejadian, Yosep sempat pamitan ke istri tuanya sekitar pukul 21.00 WIB, dan meminta uang kepada anaknya Amelia. Selama ini, kata Rohman, Amelia yang memegang uang yayasan, dan jika Yosep ada kebutuhan, dia meminta kepada Amelia.

Paginya, Rabu (18/8), sebelum kembali ke rumah istri tua, dia sempat sarapan dulu. "Bangun jam 5, sarapan makan surabi, jam 7 berangkat dari rumah istri muda ke rumah istri tua. Nah sampai di rumah istri tua ada kejadian itu," ujar Rohman.

Rohman juga ingin meluruskan pernyataan polisi bahwa dugaan pelaku pembunuhan adalah orang dekat yang dikenal korban. "Ini yang perlu diluruskan. Semua kok tertuju pada keluarga. tidak ada konflik bahkan keduanya tidak pernah ketemu, sudah sama-sama tahu. Yang jadi pikiran kita itu siapa pelakunya," tukasnya.

Terkait saksi yang melihat ada mobil yang keluar dari rumah Yosep saat pagi hari kejadian, Rohman juga menegaskan jika kliennya tidak bisa menyetir sendiri. "Jadi Pak Yosep punya mobil Alphard tidak pernah dipakai, selalu disopiri Anak yang paling tua. Amel itu baru dua bulan lalu dibelikan mobil yaris," ujarnya.

Pihak keluarga kini menyerahkan pengusutan kasus ini kepada kepolisian. "Saya hanya ingin meluruskan soal dugaan-dugaan itu. Kita berharap dengan petunjuk-petunjuk yang ada dan usaha kerja keras kepolisian, segera kepolisian bisa menangkap tersangka. Kita tidak mau berspekulasi mengarah ke mana-mana, jadi fitnah nantinya," ujar Rohman.

Sementara itu Robert Marpaung, pengacara M mengungkapkan hal yang sama, membantah dugaan keterlibatan istri muda dalam kasus pembunuhan ini. Dihubungi terpisah, Robert menepis tudingan teror oleh istri muda terhadap korban dan anaknya.

"Jangankan ketemu, telepon, SMS tidak pernah, tidak ada masalah. Isu teror itu kami pastikan enggak ada saya sudah tanya berulang kali kepada Ibu M," tegasnya.

Robert menjelaskan, hubungan antara M dan Tuti selama ini masing-masing saja. "Mereka punya rumah tangga masing-masing. Almarhumah dengan klien saya kondisinya menjauh. Tidak masalah sama sekali. teror yang bagaimana, saya sudah konfirmasi," ujarnya.

Kalau pun ada masalah, Robert mengatakan, harusnya dari dulu, bukan setelah 12 tahun pernikahan M dengan Yosep. "Versi kami tidak ada masalah. 12 Tahun enggak ketemu," pungkasnya.***