Pemkab Bekasi Targetkan 500 UKM Masuk di Aplikasi 'Bebeli'

Pemkab Bekasi Targetkan 500 UKM Masuk di Aplikasi 'Bebeli'
Pemkab Bekasi menargetkan 500 pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) lokal masuk ke aplikasi Bekasi Berani Beli (Bebeli) sebagai toko daring lokal, yang rencananya akan diluncurkan pada 13 Agustus 2022 mendatang. (humas pemkab bekasi)

WJtoday, Kab Bekasi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menargetkan 500 pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) lokal masuk ke aplikasi Bekasi Berani Beli (Bebeli) sebagai toko daring lokal, yang rencananya akan diluncurkan pada 13 Agustus 2022 mendatang.

"Saya berharap pada saat launching Bebeli saat pameran UKM nanti, sekitar tanggal 13 Agustus kemungkinannya, diharapkan sudah ada 500 pelaku UKM yang sudah terverifikasi masuk di aplikasi Bebeli ini," ujar Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bekasi Iyan Priyatna, saat ditemui di kantornya, Jumat (5/8/2022).

Dalam mempermudah registrasi pelaku UKM di aplikasi Bebeli, menurut Iyan, Pemkab Bekasi sudah mendirikan Forum UMKM di setiap kecamatan, yang bisa memberikan informasi mengenai tata cara, persyaratan, pendaftaran, di aplikasi Bebeli.

Forum UMKM juga diharapkan dapat membantu sosialisasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha perorangan yang ada di tiap kecamatan.

"Kita mengupayakan supaya para pelaku UKM lokal ini segera mendaftarkan diri di komunitas UMKM di tiap kecamatan, di samping ada forumnya, juga bisa nanti mendapat informasi bagaimana masuk, simulasi menginput data di Bebeli." jelas Iyan.

"Mereka juga diberikan pelatihan pembuatan NIB yang sangat penting untuk aspek legalitas, karena dengan memiliki NIB di OSS, mereka dianggap sudah mempunyai badan hukum," dia menambahkan. 

Iyan melanjutkan berdasarkan data terbaru di bidang pengadaan barang dan jasa, tercatat sudah 263 pelaku UMKM yang sudah mendaftarkan diri di aplikasi Bebeli.

"Sementara yang sudah terverifikasi data-datanya sudah lengkap, sebanyak 221 pelaku UMKM," sebutnya. 

Aplikasi Bebeli merupakan upaya Pemkab Bekasi dalam memulihkan ekonomi dengan lebih cepat, sekaligus pemberdayaan pelaku UKM lokal dalam hal perluasan pemasaran produk-produknya melalui pemasaran digital

Selain itu, kata Iyan, UKM yang nantinya dapat diakses ini bervariasi dari mulai makanan atau minuman, ekonomi kreatif atau hand craft hingga mebeuler yang dapat dibeli oleh Pihak Pemkab Bekasi utamanya.

"Dengan masuk di aplikasi Bebeli, diharapkan produk UKM nanti dapat diakses dan dibeli oleh pihak pemda sendiri utamanya, karena pemerintah Kabupaten itu kan ada kebutuhan pengadaan utamanya makan minum," terangnya.

Dia berharap para pelaku UKM bisa menggunakan peluang dengan mendaftar di aplikasi Bebeli tersebut. Pemkab Bekasi dapat membantu peningkatan omset sehingga mampu berkembang secara signifikan.

"UKM-UKM kita yang tadinya banyak rintisan, start-up, bisa naik kelas menjadi scale up level itu sehingga kalau levelnya sudah naik kita bisa genjot lagi, kalau bisa sudah ada yang bisa ekspor," tandasnya.  ***