Pemerintah Perketat Pendatang Masuk dari AS dan Turki

Pemerintah Perketat Pendatang Masuk dari AS dan Turki
Ilustrasi (bisnis.com)

WJtoday, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan memperketat kedatangan orang dari Amerika Serikat dan Turki ke Indonesia. Pengetatan ini dilakukan karena adanya lonjakan Covid-19 di kedua negara tersebut. 

"Kedatangan orang asing juga kami lakukan pengetatan, untuk orang dari daerah-daerah yang kami anggap punya kecenderungan tinggi atau level 4 istilah kita. Terdapat beberapa negara seperti AS dan Turki, itu dalam kategori cukup tinggi," ujar Luhut dalam konferensi pers via YouTube, yang dipantau pada Selasa (28/9/2021).

Pemerintah akan tetap menjalankan protokol yang ketat pada pelaku perjalanan luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. Setelah sampai di bandara, mereka tidak akan diperiksa di bandara, tetapi akan langsung dibawa ke tempat karantina.

Baca juga: Indonesia Harus Meningkatkan Kewaspadaan Untuk Mencegah Gelombang Ketiga

“Jadi jika nanti di perjalanan ada yang kena, kita akan langsung bawa dikarantina. Jadi sekarang tidak diperiksa di airport, tetapi dikarantina,” ujar Luhut.

Dia mengatakan, pemerintah akan menjalankan karantina selama delapan hari. Pasalnya, menurut pengamatan epidomologi, reaksi Covid-19 varian Delta akan mulai muncul di hari kedua. Selain itu, jadwal kedatangan pelaku perjalanan luar negeri juga diatur. 

Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan di bandara. Luhut mengatakan juga bahwa pemerintah menggelar rapat mingguan untuk membahas pengaturan perjalanan luar negeri.

“Jadi detail kami periksa, setiap satu minggu dua kali. Satu minggu kami adakan rapat untuk pemeriksaan detail ini,” ungkapnya.  ***