Pemerintah Diminta Mewajibkan Masker di Tempat Ramai

Pemerintah Diminta Mewajibkan Masker di Tempat Ramai

WJtoday, Jakarta - Pemerintah diminta untuk mewaspadai lonjakan kasus Covid-19. Selain itu, masyarakat juga diminta agar tidak terlalu lengah dengan kondisi yang ada saat ini.

"Kita prihatin telah terjadi kenaikan Covid-19. Ini menunjukkan masih labil dan dinamis secara global. Yang tadinya sudah bagus terjadi lonjakan. Ini perlu menjadi kewaspadaan pemerintah," ujar Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo, Selasa (21/6/2022).

Ia menjelaskan pemerintah perlu menyampaikan kepada masyarakat, kondisi pandemi saat ini masih perlu perhatian. 

"Apalagi Minggu lalu ada sub varian Covid-19 baru meski fatalitas tidak sampai separah Omicron. Tapi ini masih beresiko bagi mereka yang belum divaksin, komorbid, lansia. Kita harus menjaga suasana batin masyarakat," terangnya.

Ia meminta pemerintah agar meningkatkan vaksinasi. Pasalnya saat ini capaian vaksinasi masih di bawah 70 persen (baru 63 persen). 

"Harus lebih menggiatkan lagi vaksinasi. Testing dan tracing perlu lebih diperkuat. Surveilans penting untuk mendeteksi varian baru Covid-19," jelas Rahmad Handoyo.

Terkait protokol kesehatan Covid-19 di tempat yang padat, ramai, dan tinggi mobilitas nya, Rahmad Handoyo meminta pemerintah mewajibkan penggunaan masker meskipun di ruang terbuka.

"Protokol kesehatan harus kita kencangkan kembali meskipun ada pelonggaran dan di tempat umum tidak wajib bermasker. Disarankan tetap menggunakan masker di keramaian, apalagi di ruang tertutup wajib bermasker," tutur Rahmad Handoyo.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebutkan kasus Covid-19 sudah ada peningkatan kasus infeksi 25 persen secara global dalam waktu relatif singkat dua minggu kemungkinan besar disebabkan varian Covid-19 BA4 dan BA5.

Untuk itu ia meminta pemerintah untuk lebih memperketat penggunaan masker di tempat pusat keramaian dan meningkatkan vaksinasi.

"Peningkatan vaksinasi pada lansia dan mereka yang belum di vaksinasi. Pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan bebas tidak menggunakan masker di tempat yang padat mobilitas. Penggunaan masker penting untuk memperkuat vaksinasi dan booster," kata Dicky Budiman. ***