Pemerintah Beberkan Alasan Masih Lanjutkan PPKM

Pemerintah Beberkan Alasan Masih Lanjutkan PPKM

WJtoday, Jakarta - Pemerintah membeberkan alasan belum setop kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Perpanjangan dilakukan karena target kebijakan belum tercapai.

"Pemerintah tetap perlu melanjutkan PPKM level 4 sampai 4 karena meskipun kasus sudah turun, jumlah kasus masih terbilang tinggi jika dibandingkan sebelum terjadi lonjakan kasus," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito melalui telekonferensi di Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Wiku mengamini ada penurunan kasus harian covid-19 belakangan. Namun, angka penambahan kasus harian masih berkisar 20 ribu-40 ribu kasus.

"Sebelumnya, kasus harian kita berkisar di angka lima ribu sampai dengan tujuh ribu kasus," ujar Wiku.

Pemerintah tidak bisa menyetop PPKM. Kebijakan itu baru dilakukan jika kasus harian kembali seperti sebelumnya.

Di sisi lain, kebijakan PPKM di wilayah luar Jawa-Bali tidak disetop karena penambahan kasus semakin melonjak. Ada lima wilayah di luar Jawa-Bali yang mengalami peningkatan kasus.

"Beberapa provinsi masih menunjukkan kasus positif yang cukup tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sumatra Barat di luar Jawa-Bali," tutur Wiku.

Pemerintah memperpanjang PPKM di Jawa-Bali hingga 16 Agustus 2021. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kebijakan itu perlu diperpanjang untuk membuat covid-19 lebih jinak di Indonesia.

Di sisi lain, Luhut mencatat ada penurunan kasus harian hingga 59,6 persen dari puncak kasus pada 15 Juli 2021.***