Pemda Jangan Khawatir Kehabisan Pasokan Vaksin

Pemda Jangan Khawatir Kehabisan Pasokan Vaksin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (screen shoot youtube)

WJtoday, Jakarta - Pemerintah daerah (Pemda) diminta tidak menahan stok vaksin Covid-19 untuk dosis kedua. Sebab, Indonesia bakal kedatangan vaksin pada Agustus dan September 2021.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Kefarmasian dan Alat kesehatan (Farmalkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk update ketersediaan vaksin seminggu atau dua minggu sekali. 

Selain itu, Ditjen Farmalkes harus mengajak dan mengarahkan dinas kesehatan (dinkes) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk transparansi stok distribusi vaksin Covid-19.

"Pemerintah pusat dapat banyak vaksin Covid-19, kalau seumpama takut bulan Agustus dan September nanti enggak ada stok dosis kedua," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/8/2021).

Di sisi lain, estimasi ketersediaan vaksin Covid-19 di bulan September diperkirakan mencapai 80,7 juta dosis. Rinciannya, 23,3 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac produksi Bio Farma; 25 juta dosis CoronaVac produksi Sinovac, China; 5,3 juta dosis AstraZeneca; 19,3 juta dosis dari skema Covax/GAVI Multilateral; 7,1 juta dosis Pfizer; serta 500.000 dosis dari Grand Bilateral (sumbangan langsung dari beberapa negara di luar mekanisme Covax Facility).

"Pemda jangan khawatir, kami pasti kirimkan cukup banyak ke daerah-daerah minggu ini dan minggu depan, memang kami minta tolong distribusinya dari pemda ke tujuan terakhir pemerintah kota/kabupaten dipastikan lancar," ujar Budi.

Baca juga: Percepat Herd Immunity, Jabar Butuh hingga 500.000 Vaksinasi per Hari

Sebelumnya, Menkes mengungkapkan, saat ini ada isu kabupaten/kota merasa kekurangan atau benar-benar kekurangan vaksin Covid-19. "Yang merasa kekurangan, karena umumnya di daerah-daerah, dia terima 1000 (dosis vaksin Covid-19), dia suntik hanya 500 (dosis), yang 500 (dosis) hanya ditahan sebagai stok untuk dosis kedua," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/8).

Per Senin (23/8), Indonesia 116 juta dosis vaksin Covid-19 telah didistribusikan di daerah-daerah. Lalu, hampir 91 juta dosis vaksin Covid-19 sudah disuntikan. Jadi, masih ada stok vaksin Covid-19 sebesar 25 juta dosis di daerah. 

Seperti diketahui, sejumlah daerah di Jawa Barat mengungkapkan distribusi vaksin menjadi kendala untuk akselerasi vaksinasi di wilayahnya demi terwujudnya herd immunity.

 Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanegara, mengatakan pihaknya sedang mengejar vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak. Namun, upaya tersebut terkendala dengan terbatasnya jumlah vaksin merk Sinovac yang saat ini dimiliki Pemkot Bandung.

"Kita sebetulnya selama ini sudah mulai untuk anak-anak Kota Bandung, di wilayah ada di Puskesmas sudah mulai. Hanya untuk anak-anak itu memang khusus hanya boleh pakai sinovac, untuk itu kita jadi sangat mengatur tergantung ketersediaan," kata Ahyani dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (24/8/2021).

Alasannya, sampai saat ini Dinkes Kota Bandung belum mendapatkan lagi suplai vaksin sinovac dari Dinkes Provinsi Jabar. Vaksin Sinovac yang ada, kata Ahyani, diprioritaskan untuk dosis kedua.

Sementara Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan saat ini ketersediaan  vaksin Covid-19 di Kabupaten Garut masih terbatas belum mampu memenuhi permintaan warga setiap hari, akibatnya banyak warga yang harus ditunda vaksinasinya.
 
"Vaksin yang diberikan pemerintah pusat itu terbatas," kata Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Senin (23/8/2021).

Pemkab Garut saat ini sedang semangat melaksanakan vaksinasi dengan sasaran masyarakat umum yang digelar di Pendopo Garut maupun di tiap puskesmas dan beberapa sentra lainnya.

Setiap harinya, kata dia, permintaan masyarakat cukup banyak, namun tidak diimbangi dengan jumlah dosis vaksin yang tersedia di Kabupaten Garut.

Senada, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengakui keterlambatan distribusi vaksin menjadi kendala akselerasi vaksinasi melalui Program Bekasi Berantas Pandemi atau Berani di daerah itu.

"Problemnya karena vaksinnya agak seret nih, distribusinya," kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di Cikarang, Senin (23/8/2021).

Dia mengaku hingga saat ini vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bekasi baru menyasar sekitar 20 persen dari total sasaran penerima vaksinasi.

Dani mengungkapkan, kondisi tersebut membuat target yang telah dicanangkan sebelumnya yakni 50 persen warga divaksin sebelum akhir Agustus 2021 ini terancam tidak tercapai.  ***