Pelatih Chelsea Senang Lolos dari Hadangan Aston Villa di Piala Liga

Pelatih Chelsea Senang Lolos dari Hadangan Aston Villa di Piala Liga
Pelatih Chelsea Thomas Tuchel. (twitter)

WJtoday, Bandung - Pelatih Chelsea Thomas Tuchel senang dengan penampilan anak asuhnya ketika berhasil memenangkan laga melawan Aston Villa di Piala Liga Inggris pada Kamis (23/9/2021) dini hari WIB.

Chelsea berhasil memenangkan pertandingan melawan Aston Villa melalui adu penalti berkat gol penentu Reece James dan penyelematan gemilang Kepa Arrizabalaga setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.

"Saya senang karena kami menang, ini adalah salah satu yang sulit, dan sekarang kami memiliki beberapa menit kompetitif di lebih banyak kaki pemain," jelas Tuchel dikutip dari situs resmi klub, Kamis (23/9).

Menurut Tuchel, pertandingan melawan Aston Villa ini dipenuhi dengan energi dan kesempatan yang dibuat oleh kedua tim yang mencoba untuk memenangkan pertandingan.

Ia menambahkan Aston Villa bermain dengan sangat kuat dan Chelsea pun bermain seperti itu yang membuat laga menarik untuk disaksikan.

"Ini adalah pertandingan yang penuh dengan energi, peluang bagus untuk kedua sisi di antara dua tim yang mencoba segalanya untuk menang." sebutnya.

Selanjutnya Chelsea akan bertemu dengan Southampton di babak 16 besar Piala Liga Inggris yang diperkirakan akan digelar pada akhir Oktober nanti. Kembali menghadapi tim Liga Premier Inggris, Tuchel mengakui ini akan menjadi laga yang berat.

"Laga Liga Premier lainnya, dan pertandingan sulit tentu saja," ujar Tuchel.

MU Disingkirkan West Ham, Solksjaer Puji Penampilan Pemainnya
Manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer memuji pemain-pemainnya yang terus menekan lawan sekalipun Setan Merah ditendang West Ham dari kompetisi Piala Liga justru di kandangnya sendiri di Old Trafford, Kamis (23/9) dini hari.

Manuel Lanzini mengantarkan West Ham menang 1-0 yang merupakan kemenangan pertama mereka di Old Trafford sejak 2007, dan sekaligus pembalasan atas kekalahan 1-2 pada pertandingan liga tiga hari lalu.

"Kami bermain baik sekali untuk waktu yang lama dan telah memberikan segalanya. Statistik memang tak berati apa-apa tetapi ketika Anda melepaskan 27 tembakan (ke arah gawang), Anda pasti tahu anak-anak sudah memberikan segalanya," ujar Solksjaer.

Setelah dua musim berturut-turut masuk semifinal Piala Liga, United malah kini mengawali musim ini dengan tersingkir pada babak ketiga kompetisi ini, justru ketika sudah mendapatkan darah segar dari Raphael Varane, Jadon Sancho, dan Cristiano Ronaldo.

Ironisnya Solksjaer mengistirahatkan Ronaldo dan Varane, sekaligus beberapa pemain kuncinya yang lain termasuk Luke Shaw dan Harry Maguire. Bahkan baru menurunkan Mason Greenwood dan Bruno Fernandes pada sekitar sepertiga terakhir babak kedua.

Tim asuhan Solskjaer kesulitan membongkar pertahanan The Hammers yang juga mengistirahatkan tiga pemain kuncinya Tomas Soucek, Declan Rice dan Michail Antonio.

United masih belum memenangkan satu pun gelar di bawah asuhan Solskjaer sehingga klub ini sudah empat tahun tak pernah mencicipi gelar juara yang merupakan paceklik gelar paling lama sejak 1989.

"Kami tidak menciptakan peluang besar tetapi kami menciptakan tekanan," kata Solksjaer seperti dikutip Sky Sports, dan tekanan-tekanan efektif pun baru bisa terjadi setelah Greenwood masuk pada pertengahan babak kedua.

MU mungkin kini memfokuskan usahanya kepada Liga Premier, Liga Champions dan Piala FA.

Mengenai susunan pemainnya yang lagi-lagi diubah dalam momen penting, Solskjaer berdalih bahwa itu dilakukan guna memberi waktu bermain yang cukup kepada pemain-pemain lapis keduanya.

"Setiap pertandingan itu penting tetapi Anda bisa melihat dari seleksi tim yang selalu kami pakai dalam kompetisi ini selama saya di klub ini, yakni memberikan menit bermain kepada pemain-pemain yang memerlukannya," dalih Solksjaer.

"Ini musim yang teramat panjang. Saya belum pernah memenangkan turnamen ini. Ini trofi yang ingin saya miliki tetapi perburuan trofi akan terus terjadi," sambung dia.

Solskjaer berdalih memberikan waktu bermain yang cukup kepada pemain-pemainnya sekalipun fakta selama menjadi pelatih MU dia belum pernah mengantarkan timnya menjadi juara kompetisi, tidak seperti Thomas Tuchel yang lebih baru melatih namun sudah mempersembahkan gelar kepada Chelsea.  ***