Pasca Penangkapan Ahmad Zain, Polri Tidak Akan Geledah Kantor MUI Pusat

Pasca Penangkapan Ahmad Zain, Polri Tidak Akan Geledah Kantor MUI Pusat
ilustrasi Gedung MUI. (twitter)

WJtoday, Jakarta - Polri menyatakan tidak akan melakukan penggeledahan ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat terkait dengan penangkapan terduga teroris Ahmad Zain An-Najah di Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, penggeledahan tidak dilakukan lantaran pihak Densus 88 Antiteror telah mengantongi bukti yang kuat.

"Jadi tidak ara rencana atau upaya tindakan kepolisian ke Kantor MUI Pusat. Karena Sampai saat ini alat bukti yang dimiliki oleh densus 88 Antiteror Polri sudah mencukupi," kata Rusdi kepada awak media, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Rusdi menyebut bahwa, Densus memiliki 28 Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka teroris yang telah ditangkap, yang isinya menyatakan bahwa ketiga terduga di Bekasi tersebut terlibat dalam kelompok terorismme Jamaah Islamiyah (JI).

"Ada 28 berita acara pemeriksaan tersangka dan keteranfan ahli serta dokumen yang menjuru pada tersangka, yaitu, FAO, AZA dan AA," ujar Rusdi.

Dari 28 BAP tersangka yang sebelumnya ditangkap Densus, menyebutkan bahwa dari dua terduga teroris yakni Farid Okbah, Zain An-Najah terlibat dalam Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

Diketahui, LAZ BM ABA adalah lembaga kamuflase yang dijadikan penjaringan dana oleh kelompok Jamaah Islamiyah.

"Dimana di dalam organisasi tersangka AZA sebagai ketua dewan syariah lembaga amil zakat baitul maal (BM ABA). Kemudian FAO, sebagai anggota dewan syariah," ujar Rusdi.

Sementara, Anung sendiri memiliki peran sebagai pendiri dari Perisai. Adapun itu adalah badan hukum yang dibuat untuk memberikan bantuan terhadap anggota Jamaah Islamiyah yang tertangkap polisi.

"Adalah badan dibuat untuk lakukan bantuan hukum terhasap anggota JI yang tertangkap oleh Densus sekaligus berikan bantuan keluarga dari anggota kelompok JI yang tertangkap," ucap Rusdi.

Oleh sebab itu, kata Rusdi, penangkapan terhadap tiga terduga teroris di Bekasi, telah memiliki dasar dan alat bukti yang kuat.***