Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan Segera Ditetapkan Pemenang Pilbup Bandung

Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan Segera Ditetapkan Pemenang Pilbup Bandung
Sahrul Gunawan bersama pendukung
WJtoday, Bandung - Pasangan Calon (Paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020, Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan bakal segera ditetapkan sebagai pemenang. Mereka juga akan lekas dilantik sebagai kepala daerah baru, Sabtu (20/3).

Pasangan nomor urut 3 itu dipastikan menang Pilkada Kabupaten Bandung 2020 lantaran Mahkamah Konstitusi tidak menerima gugatan sengketa kubu paslon Kurnia Agustina-Usman Sayogi.

"Iya nomor tiga (menang), tinggal menunggu penetapan saja, pelantikan itu setelah penetapan," kata Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya.

Sejauh ini, KPU Kabupaten Bandung sudah menerima putusan dari MK. Kini KPU tengah menyiapkan jadwal penetapan pemenang Pilkada Kabupaten Bandung 2020.

Kemungkinan besar agenda penetapan Dadang-Sahrul sebagai pemenang dihelat pada Sabtu mendatang (20/3). Setelah itu pelantikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah.

"Sudah ada, putusan dari MK sudah kami terima," kata Agus.

Pada Pilkada Kabupaten Bandung 2020 lalu, hasil rekapitulasi suara yang dilakukan KPU menyatakan pasangan nomor urut tiga Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan meraih 928.902 suara. Mereka diusung oleh PKB, NasDem, Demokrat dan PKS.

Peraih suara terbanyak kedua adalah pasangan calon nomor urut 1, Kurnia Agustina-Usman Sayogi. Pasangan yang diusung Partai Golkar dan Gerindra tersebut mendapat 511.413 suara.

Pasangan nomor urut 2, Yena Iskandar Masoem-Atep yang diusung PDI Perjuangan dan PAN memperoleh 217.780 suara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang ditetapkan KPU Kabupaten Bandung, terdapat 1.657.795 suara sah dan 53.847 suara tidak sah. Total masyarakat yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.711.642.

Setelah itu, kubu paslon Kurnia Agustina-Usman Sayogi mengajukan gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi. Namun, MK tidak dapat menerima permohonan yang diajukan.

"Permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. Karena itu majelis hakim menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," kata Ketua Majelis Hakim Anwar Usman, saat membacakan amar putusan majelis hakim, Kamis (18/3).***