Partai Gerindra Pecat Bupati Kolaka Timur sebagai Kader, Usai Penetapan Tersangka oleh KPK

Partai Gerindra Pecat Bupati Kolaka Timur sebagai Kader, Usai Penetapan Tersangka oleh KPK
Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur./KPK

WJtoday, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra), langsung memecat Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur sebagai kader partai usai ditetapkan sebagai tersangka suap oleh KPK.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh, Sekretaris DPD Gerindra Sultra, Safarullah. Ia mengatakan, usulan pemecatan dan pencabutan Kartu Tanda Anggota Bupati Kolaka Timur non aktif Andi Merya Nur telah disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

“Yang dilakukan AMN tindakan pribadi yang bersangkutan. Dan atas tindakan tersebut Partai Gerindra melakukan tindakan tegas dengan menonaktifkan melalui mekanisme partai,” ujar Safarullah melalui keterangannya, dikutip Sabtu (25/9/2021).

Safarullah melanjutkan, keputusan partai ditentukan setelah KPK RI menetapkan Bupati Koltim sebagai tersangka suap.

“Saat ada informasi penangkapan, kami belum mengambil sikap karena masih ada proses, apakah diduga kuat bersalah atau sebaliknya. Namun pasca ditetapkan tersangka kami langsung tegas. Marena Instruksi Ketum Gerindra Prabowo Subianto untuk tidak berkompromi dengan tindakan yang melawan hukum, apalagi korupsi,” bebernya.

Selain itu, Safarullah juga mengatakan bahwa partai tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap Bupati Kolaka Timur dan mengaku akan melepas tangan terhadapnya.

“Tidak ada bantuan hukum, itu urusan dia karena dia yang berbuat. Untuk pengacara mungkin keluarga mereka yang siapkan itu bukan menjadi urusan kami lagi,” lanjutnya.

Terakhir, Safarullah menghimbau kepada seluruh Kader Partai Gerindra baik itu Anggota DPRD dan lainnya agar tidak melalukan tindakan yang melawan hukum. Karena sesuai amanah dari Partai Gerindra tidak ada berkompromi atas tindakan yang merugikan negara, karena hal tersebut bukanlah menjadi komitmen Partai Gerindra.***