Partai Gelora Ajak Ridwan Kamil untuk Gabung

Partai Gelora Ajak Ridwan Kamil untuk Gabung
Ridwan Kamil./Instagram

WJtoday, Bandung - Ketua DPW Partai Gelora Jabar, Haris Yuliana menawarkan Ridwan Kamil bergabung dalam partainya. Ia mengaku memiliki hubungan baik sejak Ridwan Kamil menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Diketahui, Ridwan Kamil menyatakan bahwa dirinya berencana bergabung dengan partai politik. Saat ini, ia masih menimbang partai mana yang cocok sebelum diumumkan pada pertengahan tahun depan.

Haris menyebut Ridwan Kamil sudah berada di jalur yang tepat saat memastikan akan bergabung dengan partai. Pasalnya, hal itu merupakan salah satu syarat untuk meraih kekuasaan.

"Jika ingin memberikan kontribusi yang lebih luas bagi bangsa, tidak ada cara lain selain melalui partai politik, Jadi Ridwan Kamil ini sudah berada dijalur yang benar," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

"Kita apresiasi keputusan Ridwan Kamil tentang rencana akan masuk parpol pada tahun 2022 mendatang. Bahkan kita sangat terbuka jika kang Emil mau bergabung bersama kami di Partai Gelora," ujarnya.

Haris mengaku mengenal Ridwan Kamil. Saat itu, dirinya masih bernaung di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung pasangan Ridwan Kamil-Oded M. Danial di Pemilihan Wali Kota Bandung tahun 2013 lalu.

"Saya kenal dengan beliau sejak jaman pilwalkot dulu sampai sekarang, kita punya sejarah panjang," ungkapnya.

Diketahui, selama berkarir di dunia politik hingga meraih jabatan kepala daerah, Wali Kota Bandung dan saat ini Gubernur Jawa Barat dengan status bukan kader partai manapun.

"Kalau lanjut gubernur juga periode kedua, mungkin posisinya sudah berpartai. Mungkin di 2022 mungkin akan saya sampaikan, istikhoroh mana yang pas dulu," ucap Ridwan Kamil pekan lalu.

"Sekarang masih istikharah menganalisa yang pas buat sosok saya. (Keputusan pilihan) pertengahan 2022," ia melanjutkan.

Saat disinggung pernyataannya ini berkaitan dengan persiapan Pilpres 2024, Ridwan Kamil memilih menjawab normatif.

"Kemarin itu istilahnya bukan deklarasi (maju di Pilpres) tapi menjawab pertanyaan dan jawabannya sama, kalau takdirnya ada ya kenapa tidak, bismillah aja. Tapi kalau tidak ada, jadi gubernur saja sudah melebihi cita-cita saya," ucap Ridwan Kamil.***