Pakar Ungkap Kasus Covid-19 Menurun Separuhnya Dibanding saat Puncak Pandemi

Pakar Ungkap Kasus Covid-19 Menurun Separuhnya Dibanding saat Puncak Pandemi
Ilustrasi (antara)

WJtoday, Jakarta - Pakar ilmu kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan angka kasus Covid-19 di Tanah Air telah  menurun hingga separuh dari kondisi puncak dalam waktu satu bulan terakhir.

"Pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai 3 Juli 2021, angka kasus hari itu 27.913 dan rata-rata mencapai 23.270 kasus dalam sepekan. Angka kematian 493 orang dan rata-rata 471 yang wafat dalam sepekan," kata Tjandra Yoga Aditama dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (16/8/2021).

Guru Besar Paru FKUI itu mengatakan PPKM diberlakukan oleh pemerintah bertepatan dengan situasi puncak kasus yang terjadi pada 15 Juli 2021 dengan angka kasus hari itu mencapai 56.757. Rata-rata 44.145 kasus dalam sepekan.

"Puncak angka kematian saat PPKM diterapkan, terjadi pada 27 Juli 2021 dengan rata-rata 1.519 yang wafat dalam sepekan," sebut Tjandra.

Tren penurunan kasus COVID-19, kata Tjandra, berhasil ditekan pada 14 Agustus 2021 dengan angka kasus hari itu mencapai 28.598 dan rata-rata sepekan mencapai 27.704 kasus serta kematian 1.270 orang dan rata-rata 1.538 yang wafat dalam sepekan.

"Artinya, jumlah kasus menurun sekitar separuhnya dari saat puncak kasus dalam waktu sekitar satu bulan terakhir," jelasnya.

Secara terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Vovid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi melaporkan penurunan angka kasus di Tanah Air juga dibarengi dengan berkurangnya keterisian tempat tidur perawatan pasien di rumah sakit atau BOR di berbagai daerah.

Berdasarkan laporkan Kemenkes, BOR di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4 persen, Jawa Barat 32 persen, Jawa Tengah 38,3 persen, Jawa Timur 52,3 persen, di Banten 33,4 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 54,7 persen.

"Angka BOR secara nasional berada di angka 48,14 persen," ujar Nadia.  ***