Negatif Covid-19, Dada Rosada dan Edi Siswadi Kembali ke Lapas Sukamiskin

Negatif Covid-19, Dada Rosada dan Edi Siswadi Kembali ke Lapas Sukamiskin
Mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada
WJtoday, Bandung - Mantan Wali Kota Bandung yang juga terpidana kasus korupsi Dada Rosada telah sembuh dari Covid-19 dan kini telah kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung.

Diketahui, setelah dinyatakan terinfeksi Covid-19, Dada menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kopo Kota Bandung.

"Iya (sudah keluar dan negatif Covid-19)" kata Direktur RSKIA Bandung Taat Tagore pada wartawan, Jumat (12/3).

Selain Dada, menurut Taat, Mantan Sekda Bandung Edi Siswadi pun telah dipulangkan.

Keduanya pulang ke Lapas Sukamiskin di waktu yang berbeda. Dada dan Edi menjalani isolasi di RSKIA karena termasuk pasien yang bergejala.

"Pak Edi hari Sabtu, Pak Dada kemarin (keluarnya)" ucap dia.


Sebelumnya, Puluhan warga binaaan di Lapas Sukamiskin, Bandung, terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan Swab Test terhadap 460 warga binaan dan petugas lapas. 

 "Sudah 460 orang yang dilakukan swab dan hasilnya ada 51 orang warga binaan yang terkonfirmasi positif," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenpas Kemkumham) Rika Aprianti saat dikonfirmasi, Minggu (7/2).

 Menurut Rika, terdapat 51 warga binaan  telah menjalani perawatan. Beberapa  yang disebut positif Covid-19 adalah mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada  dan juga mantan Sekda kota Bandung Edi Siswadi

Selain itu yang terkonfirmasi Positif covid 19 adalah mantan pejabat Kemendagri Dudy Jocom, mantan anggota DPR dari Fraksi Golkar Budi Supriyanto, Kemudian  mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

Kemudian tercatat Mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Kamaluddin Harahap, eks Anggota DPRD Sumatera Utara Solar Siburian. Bekas Ketua DPD Partai NasDem Brebes Amir Mirza Hutagalung dan Mantan anggota DPRD Sumatera Guntur Manurung
Ada pula mantan Wali Kota Temanggung Totok Ary Prabowo, dan eks Direktur Keuangan PT Askrindo Rene Setyawan.

Dari data yang beredar di kalangan wartawan ada juga nama Mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Kamaluddin Harahap, eks Anggota DPRD Sumatera Utara Solar Siburian. Bekas Ketua DPD Partai NasDem Brebes Amir Mirza Hutagalung dan Mantan anggota DPRD Sumatera Guntur Manurung juga tercatat di daftar nama narapidana terkonfirmasi positif.

Mantan Dirjen P2KT Kemenakertrans Jamaluddien Malik pun turut tercantum di daftar tersebut. Dari unsur penegak hukum, ada nama hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu Janner Purba dan Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono.

Selain itu, eks Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein juga ditulis terkonfirmasi positif.

Rika mengatakan, dari 51 warga binaan di lapas Sukamiskin yang positif Covid-19, ada empat napi yang memiliki gejala berat. Meski Rika enggan menyebut nama, keempat napi sudah dipindahkan ke rumah sakit.

Sementara 47 warga binaan yang tidak bergejala berat menjalani isolasi mandiri di blok khusus di Lapas Sukamiskin. Mereka diawasi tim medis dari Lapas Sukamiskin, Kanwil Kemkumham Jabar, dan Dinas Kesehatan. 

Rika menekankan, pihaknya saat ini berupaya menanggulangi penyebaran virus corona dan menyembuhkan warga binaan yang terpapar Covid-19.

 Menurut dia, Lapas Sukamiskin maupun lapas dan rutan lainnya telah berupaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona secara ketat. 

Bahkan, sejak Maret 2020, pihaknya telah menutup kunjungan dan menggantinya dengan kunjungan daring melalui sambungan video.

 Namun, penyebaran virus Covid-19 di lingkungan rutan dan lapas tetap terjadi. 

"Penanganan rutan dan lapas memang perlu penanganan khusus, walaupun sudah kami jaga ketat seperti itu tidak bisa kami hindari, misalkan petugas yang mobile yang bolak-balik rutan ataupun ada aparat penegak hukum lain yang harus bolak-balik rutan," kata Rika.

 Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan Lapas Sukamiskin maupun lapas dan rutan lainnya, Rika mengatakan, pihaknya terus meningkatkan protokol kesehatan serta menyemprot disinfektan. 

Selain itu, Ditjenpas juga terus menjalankan program asimilasi dan integrasi napi sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 yang dilanjutkan dengan Permenkumham Nomor 32/2020. 

Tak hanya itu, Ditjenpas juga berupaya menanggulangi penyebaran virus corona ketika sudah menyebar di lingkungan lapas dan rutan.

 "Ada sekitar 3.600 lebih warga binaan yang sembuh setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Ini bukti bahwa Ditjenpas bekerja sama dengan Dinkes dan gugus tugas di wilayah masing-masing untuk melakukan tindakan cepat dan tepat," kata dia. ***