Nasib Ketua Kadin Jabar Diujung Tanduk,Muprovlub Resmi Digelar

Nasib Ketua Kadin Jabar Diujung Tanduk,Muprovlub Resmi Digelar
Panitia Musyawarah Provinsi Luar Biasa Kadin Jabar saat menggelar konprensi pers di Bandung (3/09)
WJtoday,Bandung - Konflik di tubuh Kadin Jabar terus berlangsung.Setelah saling lapor masalah hukum, konflik kini kian memanas dengan akan digelarnya Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Muprovlub).

Penyelenggaraan Muprovlub itu sudah disepakati akan degelar 10 September 2020 di Hotel Prime Plaza,Kota Bukit Indah,Purwakarta.

Muprovlub ini sendiri digelar untuk meminta pertanggungjawaban Dewan Pengurus Kadin Jabar mengenai pelanggaran prinsip atas AD/ART.Selain itu, pengurus juga akan dimintai penjelasan atas dugaan penyelewengan keuangan dan pembedaharaan organisasi.

" Tak hanya itu,tidak berfungsinya Dewan Pengurus Kadin Jabar hingga keputusan keputusan hasil musyawarah provinsi yang tidak berjalan menjadi alasan kami menggelar Musyawarah Luar Biasa ini," ungkap Ketua Penyelenggara Muprovlub Kadin Jabar Fadludin Damanhuri dalam konprensi pers yang berlangsung di Jl Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (3/9/2020).

" Hingga hari ini Muprovlub Kadin Jabar sudah didukung oleh 23 Kadinda kota kabupaten,” tambah Fadludin

Fadludin berharap pada hari H, jumlah pendukung Muprovlub bisa mencapai 27 kadinda kota kabupaten, sesuai dengan jumlah kota kabupaten yang ada di Jabar.

“Sekarang masih tersisa empat Kadinda kota kabupaten lagi, semoga pada hari H jumlah pendukung Muprovlub sudah mencapai 27 kota kabupaten,” katanya.

Fadludin juga menerangkan, penyelenggaraan Muprovlub juga sudah dikonsultasikan dengan Kadin Indonesia. Hasilnya, dewan pengurus menerbitkan surat No647/DP/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020 yang menerima baik pemberitahuan dan undangan panitia serta memerintahkan Tatan Pria Sudjana, Ketua umum Kadin Jabar untuk menghadiri Muprovlub Kadin Jabar.

" Soal ada penggantian atau pemilihan ketua baru,kita lihat nanti.Yang pasti ketua akan dimintai pertanggungjawaban," jelas Fadludin.


Surat dari Kadin Indonesia agar Ketua Kadin Jabar menghadiri Muprovlub (dok./ist)


Muprovlub ditempuh para pemilik mandat Kadin Jabar tidak ujug ujug. Ini dilakukan melalui proses panjang setelah berlarut-larutnya penyelesaian berbagai masalah yang membelit Kadin Jabar.

Masalah tersebut adalah, pemecetan tanpa prosedur yang benar beberapa wakil ketua umum (WKU), perselisihan ketua umum dengan salah satu WKU yang berujung dengan saling melapor ke pihak kepolisian.

Hal lainnya, tidak diindahkannya perintah dari Kadin Indonesia yang disampaikan melalui sejumlah surat terkait tata kelola organisasi, hingga dugaan tidak beresnya pengelolaan dana hibah dari Gubernur Jabar.

Sejumlah Kadin daerah dan ALB, terang Fadludin sudah mengirimkan surat peringatan sejak Februari 2020, hingga Juni 2020, namun tidak ada respon yang memadai dari ketua untuk menyelesaikannya.


Patuhi Protokol Covid-19
Mengingat kegiatan berlangsung saat pandemi covid-19 masih ada maka untuk mencegah terjadinya penularan pun ditempuh protokol kesehatan, agar tidak muncul klaster baru.

“Untuk mencegah terjadinya klaster baru Muprovlub diselenggarakan dengan protokol kesehatan lengkap, selain ada ambulan juga disiapkan ruang khusus untuk pemeriksaan rapid test,” katanya.

Protokol kesehatan yang lainnya, akomodasi dan penjemputan, makanannya nasi kotak, tempat duduknya berjarak. Jumlah pesertanya sekitar 150 orang.

“Ruangannya sendiri, luas cukup untuk 750-800 orang,” jelasnya.

Ketua Organizing Committee, Cholil Astari optimis Muprovlub akan dihadiri 97 pemilik suara dari 27 kadin kabupaten kota dan 16 asosiasi atau himpunan atau gabungan ALB Kadin Jabar.

Dalam pelaksanaannya, tambah Cholil juga telah dilakukan koordinasi dengan Satgas Penganganan Covid-19 baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kami akan menerapkan standar-standar AKB dalam penyelenggaraan pertemuan itu,” katanya.

Selain itu, panitia juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian menyangkut pengamanan penyelenggaraan acara.

“Kami optimis penyelenggaraan ini akan berlangsung kondusif dan menghasilkan keputusan yang terbaik bagi masa depan Kadin Jabar,” pungkasnya.***