Musim Panen, Petani Keluhkan Harga Gabah yang Anjlok

Musim Panen, Petani Keluhkan Harga Gabah yang Anjlok
Petani Padi

WJtoday, Karawang - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Karawang,  menyatakan areal sawah di sejumlah daerah sekitar Karawang sudah memasuki musim panen padi. 

"Sejak Januari sampai Mei, beberapa daerah ada yang sudah panen," kata Kepala Distan Kabupaten Karawang, Hanafi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (28/6).

Termasuk pada Juni, kata dia, ada beberapa titik areal pertanian di Karawang yang sudah panen. Data Distan Kabupaten Karawang, hingga akhir Mei 2021 jumlah total areal sawah yang sudah panen mencapai 50.289 hektare. 

"Rata-rata panen 7 ton per hektare," kata Hanafi.

Dia menuturkan, dilihat dari luas areal sawah yang panen hingga mencapai 50.289 hektare dengan rata-rata produksi 7 ton per hektare. Hal itu menandakan kalau stok pangan Karawang aman.

Hanafi berharap, Bulog segera melakukan penyerapan gabah petani, agar harga gabah kering panen di wilayah Karawang terjaga. 

"Kami sudah menyurati Bulog Karawang agar segera menyerap gabah petani sesuai dengan HPP (Rp 4.200 per kilogram)," katanya.

Petani di Karawang Keluhkan Harga Gabah Anjlok

Sejumlah petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan harga gabah kering panen anjlok hingga di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), yang ditetapkan pemerintah. 

"Gabah saya dibeli dengan harga Rp3.600 per kilogram," kata Didin, salah seorang petani di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Senin (28/6).

Ia mengatakan harga gabah kering panen yang dibeli Rp3.600 per kilogram itu jauh dari HPP. 

Saat ini, HPP ditetapkan Rp4.200 per kilogram. Akibat harga gabah anjlok tersebut, petani mengalami kerugian karena biaya produksi sejak tanam hingga panen cukup tinggi.

Seorang petani lainnya di Karawang, Cecep, juga menyampaikan kalau padinya dibeli dengan harga di bawah HPP, padahal kualitas padinya cukup bagus.

"Harganya parah, gabah saya hanya dibeli Rp3.400 per kilogram, padahal kalau dilihat kualitasnya, itu bagus," katanya.

Para petani di Karawang berharap pemerintah bisa turun tangan untuk mengamankan harga gabah agar sesuai dengan HPP. Sebab, jika dibiarkan harga gabah terus anjlok, maka petani akan merugi.

Sementara itu, sesuai dengan informasi yang berhasil dihimpun, sejak beberapa bulan terakhir, sejumlah daerah di Karawang sudah memasuki musim panen. Namun, penjualan gabah kering panen di bawah HPP seperti di wilayah Telukjambe, harga gabah antara Rp3.000 hingga Rp3.500 per kilogram, di Kutawaluya Rp3.600-3.800 per kg, di wilayah Tirtajaya dan Pedes, harga gabah Rp3.500-4.000 per kilogram.***