Mural Seperti Sosok Jokowi Terlihat di Tembok Flyover Pasupati

Mural Seperti Sosok Jokowi Terlihat di Tembok Flyover Pasupati
Mural terlihat seperti sosok Presiden Jokowi di tembok Flyover Jalan Pasupati Bandung. (cnnindonesia.com)

WJtoday, Bandung - Mural bernada kritik terus bermunculan di berbagai tempat dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya dihebohkan dengan mural 'Jokowi: 404, not found", kemudian di Kabupaten Bangil: 'Dipaksa sehat di negara yang sakit', yang keduanya sudah dihapus. 

Fenomena mencoret dinding dengan mural hingga grafiti masih meluas di berbagai wilayah meski kerap dihapus. Terakhir, di Solo muncul mural bertuliskan 'Negaraku Minus Nurani' dan 'Orang Miskin dilarang Sakit' di kawasan Stabelan, Kecamatan Banjarsari.

Jauh sebelum itu, deretan mural yang dihapus sudah mencuat sejak akhir Juli 2021 lalu. Misalnya, muncul mural bertuliskan 'Tuhan, Aku Lapar' di kawasan Tigakarsa, Kabupaten Tangerang. Coretan itu menjadi viral dan langsung dihapus aparat.

Gambar-gambar tersebut setidaknya mencerminkan sejumlah kritik masyarakat berupa coretan di tembok jalanan seperti mural maupun grafiti yang akhirnya marak ditindak aparat pemerintah.

Beberapa karya seni yang akhirnya dihapus itu umumnya berisi kritik terhadap pemerintah maupun ungkapan kegelisahan para seniman selama pandemi Covid-19.

Peraturan Daerah (Perda) di beberapa wilayah, termasuk DKI Jakarta, diketahui melarang lukisan atau coretan di dinding atau fasilitas umum.

Demikian pula di Bandung, mural dengan sosok pria mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) muncul di jembatan layang atau fly over Pasupati. Mural berukuran sekitar dua meter ini tidak terlihat seperti gambar baru tapi sudah agak kusam.

Kemunculan mural ini dinilai berkaitan karena kondisi masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini. Narasi mural yang disampaikan masih berkaitan dengan perasaan warga yang mengkritik situasi penanganan pandemi.

Sosok pria berpakaian putih mirip dengan Jokowi tampak menindih lukisan lain yang sebelumnya sudah digambar lebih dulu. Pada mural tersebut, sosok pria mengenakan sebuah masker yang menutupi mata dan hidung. Namun, tangan kanan pria tersebut terlihat sedang memegang bagian kepala.

Dari informasi sejumlah pejalan kaki yang kerap melintas kawasan tersebut,  diketahui tak jelas siapa pembuat mural tersebut. Hanya saja di bagian samping mural terdapat sebuah tulisan "Niskala'. Tulisan tersebut juga terdapat di bagian kerah sebelah kanan yang ukurannya lebih kecil.  ***