Muak dengan Wacana Presiden 3 Periode, Gerakan SJS yang Digagas Adhie Massardi Dinilai Akan Didukung Rakyat

Muak dengan Wacana Presiden 3 Periode, Gerakan SJS yang Digagas Adhie Massardi Dinilai Akan Didukung Rakyat

WJtoday, Jakarta - Kemunculan Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Sudahlah! (SJS) yang digagas oleh mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie M. Massardi, diyakini bakal didukung penuh oleh rakyat Indonesia.  

Sebab, orientasi gerakan SJS tersebut mewakili perasaan rakyat yang belakangan ini terus-menerus dijejali isu presiden tiga periode.

"Rakyat akan mendukung SJS-nya Adhie Massardi. Karena itulah yang dikehendaki rakyat," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, Jumat (25/6).

Ujang menilai, apa yang dilakukan oleh Adhie Massardi dkk merupakan gerakan yang positif. Rakyat juga menginginkan wacana presiden tiga periode tidak perlu dilanjutkan.

"Itu gerakan dan perwujudan dari keinginan rakyat juga. Rakyat tak butuh 3 periode," kata dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia itu.

Ditambahkan Ujang, saat ini hal yang paling mendesak dan dibutuhkan adalah kebutuhan hidup dipenuhi di masa pandemi Covid-19 ini. Bukan malah dibuat muak oleh manuver-manuver politik seperti wacana Jokowi tiga periode.

"Rakyat sedang butuh kerjaan, makan, dan keselamatan dari Covid-19. Bukan dijejali isu tiga periode yang itu bertentangan dengan konstitusi," demikian Ujang.

Sementara itu, Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun memberikan apresiasi kepada Adhie Massardi yang membentuk SJS yang dianggap sebagai pengingat masyarakat bahwa Presiden Joko Widodo sesungguhnya sudah tidak layak memimpin negeri ini.

"Seknas ini selain sebagai sikap berbeda dengan sikap Seknas Jokpro yang ingin memperpanjang masa jabatan Presiden, juga lebih dari itu, SJS jauh lebih visionar untuk mengingatkan bahwa Jokowi sesungguhnya sudah tidak layak memimpin negeri ini," ujar Ubedilah, Jumat (25/6).

Ubedilah menilai, ke depan kemunculan SJS dimungkinkan akan menjadi kekuatan oposisi besar yang didukung banyak kalangan dan tokoh bangsa jika mampu mengartikulasikan kepentingan rakyat banyak dan arah kepentingan nasional yang sesungguhnya.

"Saya membaca gejala kuatnya dukungan pada kelompok oposisi baru ini akan semakin luas. Sebab terpuruknya ekonomi, mismanajemen hadapi Covid-19, korupsi yang merajalela, dan situasi sosial yang disharmonis adalah bukti bahwa Jokowi sesungguhnya gagal memimpin negeri ini," pungkas Ubedilah. 

SJS yang digagas Adhie Massardi dkk akan segera diluncurkan dalam waktu dekat ini. Di tengah maraknya isu penambahan masa jabatan presiden tiga periode, SJS justru ingin mengajak seluruh elemen rakyat untuk kembali ke konsitusi UUD 1945. Khususnya mengusung pasal 7A UUD 1945 yang substansinya memungkinkan terkait pemberhentian Presiden dan atau Presiden di tengah jalan.

Saat ini, sambung koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) tersebut, kondisi negara bangsa sedang tidak baik-baik saja. Ada situasi darurat, pemerintah gagal hampir di semua sektor kehidupan, akibat kepemimpinan nasional kehilangan visi, tidak mampu memilih mana yang prioritas dan mana yang sekunder, juga tidak memiliki kemampuan manajerial, bahkan yang standar.

Adhie memberi contoh. Selain kegagalan pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19, ekonomi dan tata-kelola BUMN, teman-teman yang bergerak di sektor lingkungan hidup akan memaparkan kegagalan pemerintah mengelola SDA dan mineral serta menjaga lingkungan.

Situasi inilah yang membuat berbagai komponen masyarakat, yang memiliki keperdulian terhadap nasib bangsa, berkumpul dan menginisiasi lahirnya "Seknas Jokowi, Sudahlah!". ***