Migrasi TV Analog, DPRD Jabar Minta STB TV Digital Tak Langka Seperti Minyak Goreng

Migrasi TV Analog, DPRD Jabar Minta STB TV Digital Tak Langka Seperti Minyak Goreng
Anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar, H. Syahrir, SE, M.Ipol

WJtoday, Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat meminta agar penerapan kebijakan migrasi dari televisi analog ke televisi digital dipersiapkan dengan matang.

Anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar, H. Syahrir, SE, M.Ipol menilai, butuh edukasi yang masif ke masyarakat soal migrasi dari televisi analog ke digital.

Menurutnya, saat ini penyelenggara siaran televisi sudah menyatakan kesiapannya untuk migrasi dari analog ke digital.

"Tetapi, harus di ingat apakah masyarakatnya sudah siap untuk melakukan migrasi televisi analog ke digital tersebut," ucap Syahrir kepada Wjtoday, minggu (24/4/22)

Kesiapan tersebut, lanjut syahrir yaitu apakah masyarakat saat ini sudah sepenuhnya memahami penggunaan setup box atau pesawat penerima televisi digital.

"Hal ini tentu harus diperhatikan, jangan sampai saat kita sudah migrasi ke televisi digital tetapi masyarakatnya tidak mengerti penggunaan set top box itu sendiri," ucapnya.

Syahrir menyebutkan, kesiapan migrasi televisi analog ke digital jangan hanya dilihat dari penyelenggara siaran saja tetapi masyarakat pun harus siap menerima perubahan ini.

"Maka dari itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai migrasi televisi analog ke digital ini dan penggunaan set top box itu sendiri," ujarnya

Oleh sebab itu Syahrir  meminta pemerintah melakukan sosialisasi secara lebih masif sebab tidak menutup kemungkinan, masih banyak masyarakat yang belum paham akan kebijakan ini.

"Jangan sampai pada akhir April nanti ada masyarakat protes. Kok tiba-tiba siaran televisi hilang karena ketidaktahuan dari kebijakan ini, serta bagaimana cara beralihnya. Apalagi soal alat untuk peralihan ini sangat teknis sekali," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini juga menekankan agar keberadaan alat migrasi televisi analog ke digital jangan sampai setelah nanti ada migrasi, harganya mahal dan langka seperti minyak goreng sehingga masyarakat yang mau dan mampu membeli menjadi susah mendapatkannya.

Menurut dia, ketersediaan alat migrasi serta kestabilan harga menjadi satu hal mutlak yang harus dijaga pemerintah.

"Jangan sampai saat program digital sudah
berlangsung, berbagai perangkat yang harus dibutuhkan masyarakat malah tidak ada," katanya.

Syahrir pun menegaskan  jika migrasi TV analog berbasis teknologi digital menjadi hal yang tak bisa dielakkan pada saat ini. Oleh karena itu upaya migrasi perlu mendapat perhatian dan dukungan dari semua pihak.

“Migrasi saat ini akan memberi manfaat, baik dari dunia pertelevisian dan masyarakat secara keseluruhan,” katanya. ***